Dinamika Politik Jokowi dan Prabowo: Pergeseran Kekuasaan Pasca Pemilu
Hubungan politik di Indonesia terus mengalami perubahan dinamis dengan kepentingan sebagai penggerak utamanya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengalami langsung kompleksitas persekutuan politik ini selama dua periode kepemimpinannya.
Naiknya Jokowi ke Kekuasaan dengan Dukungan PDIP
Pada tahun 2014, Jokowi memulai perjalanan politiknya dari Wali Kota Solo menuju Istana Negara dengan dukungan penuh dari PDIP dan Megawati Soekarnoputri. Citra pemimpin sederhana yang dekat dengan rakyat menjadi modal utama yang mengantarkannya ke tampuk kepresidenan, dengan PDIP sebagai rumah politik yang melindunginya dari berbagai serangan lawan.
Retaknya Hubungan Jokowi dengan PDIP
Memasuki periode kedua pemerintahan, retakan hubungan antara Jokowi dan PDIP mulai terlihat jelas. Berbagai kebijakan dan langkah politik presiden kerap berada di luar garis partai. Ketetapan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto semakin mempertegas jarak antara presiden dengan partai yang membesarkannya.
Artikel Terkait
Seragam Cokelat dan Penjara Gengsi: Saat Cita-cita Anak Dikalahkan Ekspektasi Desa
Sekolah dan Sejarah yang Kehilangan Suara: Saat Pendidikan Lupa untuk Menggugah
Kentongan Berbalik Maut: Sebuah Tragedi dan Refleksi Kelalaian di Kulon Progo
Kolaborasi Media Asing: Gengsi Global atau Jebakan Etika?