Korban Selingkuh di Lampung Puas Lakukan Ini pada Mantan Kekasih, Hasilnya Mengejutkan!

- Rabu, 22 Oktober 2025 | 21:50 WIB
Korban Selingkuh di Lampung Puas Lakukan Ini pada Mantan Kekasih, Hasilnya Mengejutkan!
WD Aniaya Kekasih Sampai Alat Kelamin Nyaris Putus, Akui Puas - Kronologi Lengkap

WD Aniaya Kekasih Sampai Alat Kelamin Nyaris Putus, Akui Puas

Seorang pria di Bandar Lampung menjadi korban penganiayaan sadis oleh kekasihnya sendiri. Pelaku, berinisial WD (28), nekat menganiaya kekasihnya hingga alat kelamin korban nyaris putus.

Pelaku Akui Puas Meski Menyesal

Saat konferensi pers di Mapolresta Bandar Lampung, Rabu (22/10), WD mengaku merasa puas atas tindakannya terhadap korban KS (32). "Sedikit menyesal, tapi ada puasnya juga," ujar WD.

Motif Penganiayaan Karena Selingkuh

WD mengungkapkan alasan di balik aksi penganiayaan ini. Selama menjalani hubungan, ia kerap disakiti hati karena korban berselingkuh.

"Selama sama dia banyak sakit hatinya, banyak tersiksa batinnya. Sudah ada saya tapi masih main sana sini, selalu dibohongin, selalu diselingkuhi," keluhnya.

Aksi Penganiayaan Sudah Direncanakan

Aksi keji ini ternyata sudah direncanakan. WD membeli pisau cater sehari sebelum bertemu korban. "Spontan aja pengen nganuin itunya, biar nggak bisa berhubungan sama yang lain," ungkapnya.

Kronologi Penganiayaan di Bandar Lampung

Peristiwa ini terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Lapangan Baruna, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung pada Minggu (19/10) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kapolsek Panjang, Kompol Martono, membenarkan kejadian ini. Menurutnya, pelaku menghubungi korban untuk bertemu di Lapangan Baruna. Sebelum pertemuan, pelaku sudah menyiapkan pisau cater.

Setelah bertemu, keduanya melakukan hubungan intim. Saat itulah WD mengambil pisau cater dan langsung menganiaya korban.

"Pelaku langsung mengambil cater dan memotong kemaluan korban. Akibatnya, korban mengalami luka sayatan pada bagian kemaluan hingga nyaris putus," jelas Martono.

Korban dan Pelaku

Korban berinisial KS (32) adalah warga Panjang Utara, Panjang. Sementara pelaku WD (28) berasal dari Bumi Waras, Bandar Lampung.

Kasus penganiayaan ini menjadi peringatan tentang bahaya penyelesaian masalah hubungan dengan kekerasan. Tindakan WD tentu tidak bisa dibenarkan, meski alasan di baliknya adalah rasa sakit hati karena perselingkuhan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar