Tifauzia Tyassuma, yang akrab disapa Dokter Tifa, memutuskan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia memilih untuk kembali fokus pada bidang keilmuan yang selama ini menjadi perhatian utamanya, yaitu ilmu kesehatan.
Keputusan itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun X pribadinya, @DokterTifa, pada Rabu (5/8). Unggahan tersebut diawali dengan kalimat "Hijrah dari Kebisingan, Bukan Hijrah dari Kebenaran". Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa meninggalkan isu ijazah Jokowi bukan berarti berhenti mencari kebenaran, melainkan memilih cara yang berbeda dalam menyikapinya.
"Pilihan hijrah dari isu ijazah bukanlah mundur, melainkan keputusan sadar bahwa kebenaran tidak selalu harus dimenangkan dengan keributan, tetapi cukup ditinggalkan sebagai jejak," tulisnya dalam postingan akun X-nya, dikutip Jumat (7/8).
Pernyataan serupa juga disampaikan dalam kanal YouTube @TifauziaTyassumaOfficial dengan judul "Dokter Tifa Pilih Hijrah, Tugas soal Ijazah Sudah Tunai, Kini Kembali ke Dunia Kesehatan".
Dokter Tifa menegaskan, dirinya memilih untuk memerdekakan diri dari polemik ijazah Jokowi. Namun, ia memastikan tetap bersedia menjadi saksi dan ahli dalam kasus tersebut.
"Ini kembali lagi menjadi momentum bagi saya untuk memerdekakan diri saya sendiri dari persoalan polemik ijazah. Saya insyaallah akan terus bersedia menjadi ahli maupun jadi saksi fakta bagi pengadilan-pengadilan yang menyidangkan kasus ijazah ini," tegasnya.
Menurut Dokter Tifa, perannya sebagai ilmuwan dan peneliti dalam polemik ijazah Jokowi telah selesai dijalankan. Ia menilai kontribusinya selama sekitar satu tahun terakhir dalam mengawal isu tersebut sudah cukup.
"Terkait dengan persoalan ijazah, bagian saya sudah saya tunaikan, jadi sudah cukup untuk saya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Bantah Tuduhan Pengecut, Sebut Hijrah Bukan Mundur
Praperadilan Dokter Tifa Dinilai Lewat Batas, Pengacara Jokowi: Sudah Masuk Tahap Persidangan
Dokter Tifa Ajukan Praperadilan, Nilai Status Terdakwanya Janggal
Pemerintah Kini Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Janji B2B Dipertanyakan