Dokter Tifa Hentikan Polemik Ijazah Jokowi, Fokus Kembali ke Dunia Kesehatan

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 09:25 WIB
Dokter Tifa Hentikan Polemik Ijazah Jokowi, Fokus Kembali ke Dunia Kesehatan

Tifauzia Tyassuma, yang akrab disapa Dokter Tifa, memutuskan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia memilih untuk kembali fokus pada bidang keilmuan yang selama ini menjadi perhatian utamanya, yaitu ilmu kesehatan.

Keputusan itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun X pribadinya, @DokterTifa, pada Rabu (5/8). Unggahan tersebut diawali dengan kalimat "Hijrah dari Kebisingan, Bukan Hijrah dari Kebenaran". Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa meninggalkan isu ijazah Jokowi bukan berarti berhenti mencari kebenaran, melainkan memilih cara yang berbeda dalam menyikapinya.

"Pilihan hijrah dari isu ijazah bukanlah mundur, melainkan keputusan sadar bahwa kebenaran tidak selalu harus dimenangkan dengan keributan, tetapi cukup ditinggalkan sebagai jejak," tulisnya dalam postingan akun X-nya, dikutip Jumat (7/8).

Pernyataan serupa juga disampaikan dalam kanal YouTube @TifauziaTyassumaOfficial dengan judul "Dokter Tifa Pilih Hijrah, Tugas soal Ijazah Sudah Tunai, Kini Kembali ke Dunia Kesehatan".

Dokter Tifa menegaskan, dirinya memilih untuk memerdekakan diri dari polemik ijazah Jokowi. Namun, ia memastikan tetap bersedia menjadi saksi dan ahli dalam kasus tersebut.

"Ini kembali lagi menjadi momentum bagi saya untuk memerdekakan diri saya sendiri dari persoalan polemik ijazah. Saya insyaallah akan terus bersedia menjadi ahli maupun jadi saksi fakta bagi pengadilan-pengadilan yang menyidangkan kasus ijazah ini," tegasnya.

Menurut Dokter Tifa, perannya sebagai ilmuwan dan peneliti dalam polemik ijazah Jokowi telah selesai dijalankan. Ia menilai kontribusinya selama sekitar satu tahun terakhir dalam mengawal isu tersebut sudah cukup.

"Terkait dengan persoalan ijazah, bagian saya sudah saya tunaikan, jadi sudah cukup untuk saya," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags