RS Pusri Pecat Dokter Tamara Usai Komentar Kontroversial soal Pasien BPJS

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:00 WIB
RS Pusri Pecat Dokter Tamara Usai Komentar Kontroversial soal Pasien BPJS

Manajemen Rumah Sakit Pusri resmi mengakhiri kerja sama dengan dokter Tamara, pemilik akun Threads @tamdjs, menyusul polemik komentar di media sosial yang dinilai tidak berempati terhadap pasien. Keputusan ini diumumkan melalui siaran pers kedua yang diterbitkan pada Kamis (6/8/2026) di akun Instagram resmi @rspusriplg.

Langkah tegas ini merupakan tindak lanjut dari klarifikasi dan proses pembinaan internal yang sebelumnya telah dilakukan. Dalam pernyataan resminya, manajemen menyatakan telah menjalankan mekanisme penanganan dugaan pelanggaran disiplin sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan rumah sakit.

"Sebagai bagian dari mekanisme pembinaan dan penegakan tata kelola organisasi, manajemen RS Pusri telah melakukan pemanggilan kepada dokter yang bersangkutan. Manajemen kemudian memutuskan mengakhiri kerja sama dengan dr. @tamdjs sebagai dokter mitra RS Pusri," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Manajemen menegaskan bahwa keputusan ini merupakan wujud komitmen rumah sakit dalam menjunjung profesionalisme dan tata kelola yang baik. Seluruh tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di RS Pusri diharapkan mematuhi standar etika profesi dan ketentuan yang berlaku.

RS Pusri juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu, dan berkeadilan kepada seluruh pasien tanpa membedakan latar belakang, status, maupun kondisi apa pun. "Prinsip pelayanan yang setara merupakan nilai yang terus dijunjung tinggi dalam setiap aspek pelayanan di RS Pusri," tulis manajemen.

Manajemen mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan menyatakan akan terus melakukan evaluasi serta perbaikan berkelanjutan demi menjaga kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. "Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik dengan menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalisme, dan kepedulian kepada pasien," kata manajemen.

Komentar Kontroversial di Threads

Sebelumnya, unggahan akun @tamdjs viral setelah melontarkan kalimat bernada sinis yang ditujukan kepada pasien BPJS. Akun tersebut juga menyarankan agar masyarakat memperbanyak uang untuk membeli asuransi swasta daripada mengeluh di media sosial.

"Kalian cuma bayar ke BPJS, bukan bayar ke RS apalagi nakesnya. Jadi, nggak usah songong. Kalau gak suka, ya, gak usah berobat di situ. Tidak ada yang minta kalian berobat," tulis akun tersebut. "Mending banyakin duit halal daripada banyakin bacot, biar bisa bayar dan merasakan asuransi swasta," lanjutnya.

Usai menuai kecaman publik dan sorotan dari sesama dokter, pemilik akun @tamdjs mengunggah klarifikasi serta permohonan maaf terbuka melalui utas di platform Threads. Dalam klarifikasinya, ia menyampaikan duka cita atas meninggalnya almarhum Yurizal. Namun, ia mengklaim tidak pernah berkomentar langsung di utas milik kerabat almarhum, melainkan hanya merespons utas pihak lain untuk meluruskan apa yang menurutnya sebagai "penggiringan opini buruk" terhadap sistem BPJS dan nakes.

Ia juga menceritakan pengalaman pribadinya yang pernah menjadi caregiver bagi orang tuanya yang menggunakan BPJS Kesehatan. Menurutnya, masalah utama yang kerap memicu bentrok antara pasien dan tenaga medis adalah kurangnya publikasi aturan regulasi BPJS kepada masyarakat.

"Nakes hanya pelaksana, bukan pembuat kebijakannya. Saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada yang kurang berkenan dengan penyampaian saya," tulis akun @tamdjs menutup klarifikasinya. Ia menambahkan bahwa jika pasien merasa aturan BPJS buruk, sebaiknya menambah asuransi lain. Dokter tersebut juga meminta masyarakat tidak menekan nakes karena mereka hanya pelaksana teknis di lapangan.

Di sisi lain, ia mengaku sempat kesulitan masuk ke akun media sosial pribadinya dan meminta maaf jika ada kegaduhan yang timbul. "Saya sempat kesulitan masuk ke akun-akun sosmed saya. Saya masih belum tau adakah hal-hal di sana yang bukan saya yang melakukannya. Saya minta maaf kalau misal ada kegaduhan di sana," tulisnya.

Dr. Tamara berharap komentar pedas dan hujatan dari netizen yang ditujukan kepadanya dapat menjadi penggugur dosa dan membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. "Untuk komentar-komentar dari netizen yang tidak enak ke saya, mudah-mudahan bisa jadi penggugur dosa saya, dan baik saya ataupun kamu bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi aamiin. Overall Terimakasih atas atensinya," ujarnya.

Meski permohonan maaf dan klarifikasi telah disampaikan, manajemen RS Pusri menegaskan penegakan disiplin dan etika profesi di internal rumah sakit tetap berjalan sesuai prosedur.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags