Debat Hak Eksistensi Israel: Abdul El-Sayed Jawab dengan Pertanyaan Pajak

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Debat Hak Eksistensi Israel: Abdul El-Sayed Jawab dengan Pertanyaan Pajak

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, calon anggota Kongres dari Michigan, Abdul El-Sayed, menolak menjawab pertanyaan jebakan mengenai hak eksistensi Israel. Ia justru mengalihkan fokus pada penggunaan uang pajak warga Amerika yang menurutnya lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri.

Pewawancara bertanya, "Apakah Anda percaya Israel memiliki hak untuk eksis?" El-Sayed, yang berdarah Arab-Amerika, merespons dengan kritis. Ia menyoroti besarnya pengaruh AIPAC, kelompok lobi pro-Israel, yang telah menggelontorkan dana hingga 30 juta dolar untuk melawan pencalonannya. Menurutnya, pertanyaan tentang hak eksistensi Israel tidak relevan karena Israel sudah menjadi fakta yang ada.

"Tidak ada yang pernah bertanya apakah Palestina memiliki hak untuk ada," ujarnya. Ia menegaskan bahwa setiap presiden AS telah mendukung solusi dua negara, dan Israel sudah eksis. Pertanyaan yang lebih penting, lanjutnya, adalah apakah warga AS ingin uang pajak mereka dikirim ke Israel untuk mendanai genosida dan apartheid, atau diinvestasikan untuk anak-anak sendiri.

Pewawancara terus mendesak, "Anda bilang Israel sudah ada, tapi apakah mereka punya hak untuk itu?" El-Sayed menolak untuk terpancing. "Saya tidak akan meladeni permainan jebakan semacam itu," tegasnya. Ia menekankan bahwa yang seharusnya dijawab adalah apakah setiap orang, baik Yahudi, warga Israel, maupun Palestina, memiliki hak yang setara atas perdamaian, martabat, dan penentuan nasib sendiri.

El-Sayed, yang juga seorang dokter dan mantan komisioner kesehatan Detroit, menyatakan keinginannya agar uang pajak digunakan untuk membangun sekolah, layanan kesehatan, dan investasi di Michigan, bukan untuk membunuh rakyat Palestina. "Pertanyaan apakah Israel memiliki hak untuk ada sebenarnya jauh kurang penting dibandingkan pertanyaan apakah mereka berhak atas uang pajak kita," pungkasnya.

Wawancara ini menjadi viral setelah diunggah di media sosial, memicu perdebatan luas tentang kebijakan luar negeri AS dan prioritas domestik. El-Sayed sendiri dikenal sebagai kritikus vokal terhadap kebijakan Israel dan pendukung hak-hak Palestina.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags