Kemenangan Abdul El-Sayed, kandidat Demokrat untuk Senat dari Michigan, memicu reaksi keras dari mantan Presiden Donald Trump. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengekspresikan kekhawatirannya terhadap agenda politik El-Sayed, terutama soal penghapusan aturan filibuster di Senat.
Trump menulis bahwa El-Sayed, yang ia sebut sebagai kandidat dari Partai Demokrat yang komunis, tengah gencar memperjuangkan penghapusan filibuster. Menurut Trump, jika aturan itu dihapus, Partai Demokrat akan memperoleh tambahan empat senator, delapan anggota Kongres, serta suara Electoral College dan popular vote yang lebih besar. Ia juga mengklaim bahwa Mahkamah Agung akan dikuasai dengan 23 hakim, dan ia akan menjadi presiden Republik terakhir.
Dalam unggahannya, Trump menyapa para senator Republik sebagai teman-temannya dan mengingatkan mereka akan konsekuensi tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya akan menjadi presiden Republik yang terakhir jika skenario itu terjadi.
Filibuster adalah aturan di Senat AS yang memungkinkan minoritas memperpanjang debat tanpa batas untuk menghambat pemungutan suara. Saat ini, untuk menghentikan filibuster diperlukan 60 dari 100 suara senator. Jika aturan ini dihapus, partai dengan mayoritas sederhana dapat mengesahkan undang-undang lebih cepat tanpa kompromi lintas partai.
Kekhawatiran Trump merujuk pada skenario politik jika Demokrat menguasai Kongres dan kepresidenan. Rencana menjadikan Washington, D.C., dan Puerto Rico sebagai negara bagian baru berpotensi menambah empat senator dan beberapa anggota DPR, yang secara historis cenderung memilih Demokrat. Selain itu, tanpa filibuster, mayoritas Senat dapat mengesahkan undang-undang untuk menambah jumlah hakim Mahkamah Agung, yang saat ini berjumlah sembilan, guna mengubah keseimbangan ideologis pengadilan.
Menanggapi postingan Trump, El-Sayed merespons singkat dengan nada bercanda, "Saya sendiri tidak bisa mengatakannya dengan lebih baik lagi."
Artikel Terkait
Kepala Negosiator Iran Sindir Trump: Diplomasi Sandiwara yang Gagal
Netanyahu dan Trump Berselisih Soal Kesepakatan Gaza
Pelajaran Greenland bagi Indonesia: Sumber Daya sebagai Instrumen Kekuasaan
Debat Hak Eksistensi Israel: Abdul El-Sayed Jawab dengan Pertanyaan Pajak