Kemenangan El-Sayed di Michigan Memicu Ketegangan dengan Kubu Republik

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 08:20 WIB
Kemenangan El-Sayed di Michigan Memicu Ketegangan dengan Kubu Republik

Kemenangan mengejutkan Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat AS di Michigan telah memicu reaksi keras dari kalangan Republik. El-Sayed, seorang dokter dan epidemiolog kelahiran Amerika, kini menjadi sorotan nasional setelah berhasil mengamankan nominasi partainya.

Perhatian utama tertuju pada status kelahirannya yang memberinya hak konstitusional untuk mencalonkan diri sebagai presiden, berbeda dengan Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, yang lahir di Uganda dan tidak memenuhi syarat untuk jabatan tersebut. Perbedaan inilah yang kemudian menjadi bahan serangan dari tokoh-tokoh utama Partai Republik, termasuk mantan Presiden Donald Trump dan Ketua DPR Mike Johnson.

Dalam pernyataannya, Johnson bahkan menyebut potensi munculnya "Mini Mamdanis" di Washington, merujuk pada platform progresif yang diusung El-Sayed dan Mamdani, seperti dukungan terhadap Medicare for All dan penolakan bantuan militer ke Israel. Serangan ini dinilai sebagai upaya untuk mendelegitimasi kemenangan El-Sayed dan mengaitkannya dengan kebijakan yang dianggap ekstrem oleh kubu Republik.

Sementara itu, para pendukung El-Sayed melihat serangan tersebut sebagai bukti bahwa Partai Republik merasa terancam oleh popularitas kandidat progresif. Seperti yang diungkapkan oleh Zara Quinn, seorang pengguna media sosial, "Satu-satunya perbedaan antara El Sayed dan Mamdani adalah El Sayed lahir di Amerika dan bisa mencalonkan diri sebagai presiden! Hal itu membuat kubu GOP ketakutan setengah mati!"

El-Sayed, yang lahir di Rochester Hills, Michigan, pada tahun 1984, telah membangun karier di bidang kesehatan masyarakat dan kini membawa pesan perubahan dalam kampanyenya. Kemenangannya di Michigan menandai babak baru dalam politik progresif Amerika, sekaligus memperdalam polarisasi antara dua kubu besar menjelang pemilihan umum.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags