Calon Senator Michigan Balas Kritik Vance dengan Soroti Anggaran Perang

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:20 WIB
Calon Senator Michigan Balas Kritik Vance dengan Soroti Anggaran Perang

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance kembali melontarkan kritik terhadap Abdul El-Sayed, calon senator dari Michigan, dengan meragukan klaim El-Sayed sebagai pembela kaum pekerja. Vance menilai sejumlah kebijakan yang didukung El-Sayed justru bertentangan dengan agenda pemerintahan Donald Trump.

Menanggapi serangan itu, El-Sayed membalas dengan menyoroti kebijakan luar negeri Trump. "Masalahnya dengan Trump adalah dia mengaku membela rakyat Amerika (America First), namun dia menghabiskan $200 miliar untuk perang demi Israel," ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan respons politik El-Sayed setelah memenangkan pemilihan primer Partai Demokrat untuk kursi Senat AS di Michigan pada Agustus 2026. Serangan balik ini muncul di tengah pertarungan sengit antara kubu Trump dan kandidat progresif tersebut.

Kritik dan Balasan

Setelah kemenangan El-Sayed, Trump secara terbuka menyerangnya dengan menyebutnya sebagai "pembenci Yahudi dan Israel" serta "komunis". JD Vance, yang dikenal sebagai sekutu dekat Trump, juga menuding El-Sayed tidak benar-benar membela rakyat kecil karena menentang kebijakan-kebijakan presiden.

El-Sayed membalas dengan membalikkan narasi "America First" milik Trump. Ia mempertanyakan mengapa uang pajak warga Amerika justru dihabiskan dalam jumlah masif ia mengklaim angka $200 miliar untuk mendanai perang dan konflik di luar negeri yang melibatkan Israel, alih-alih digunakan untuk kebutuhan domestik.

Prioritas Domestik

Sebagai politisi sayap progresif, argumen utama El-Sayed berpusat pada pengalihan anggaran belanja militer luar negeri. Ia menegaskan bahwa uang pajak warga Michigan seharusnya dialokasikan untuk layanan kesehatan (seperti Medicare for All), perbaikan infrastruktur jalan, dan sekolah.

Selain itu, El-Sayed menentang pemberian bantuan militer tanpa syarat kepada negara asing, termasuk Israel, dan mendesak kepatuhan ketat terhadap hukum internasional terkait hak asasi manusia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags