Minggu pagi di Car Free Day Jakarta, Selasar Sarinah berubah menjadi panggung. Puluhan perempuan dari komunitas Kebaya Menari menampilkan tarian tradisional dengan balutan kebaya warna-warni dan kain nusantara. Aksi ini bukan sekadar hiburan, melainkan misi pelestarian budaya.
Mengenakan kebaya yang dipadukan kain tradisional, para anggota komunitas bergerak anggun mengikuti alunan musik. Mereka ingin menunjukkan bahwa kebaya bukan sekadar busana, melainkan bagian dari identitas bangsa. "Kami ingin generasi muda kembali bangga berkebaya dan mengenal seni tari tradisional," ujar salah satu anggota komunitas.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/7) ini juga menjadi wadah ekspresi seni di ruang publik. Dengan menari di tengah keramaian CFD, mereka berharap masyarakat luas, terutama anak muda, lebih tertarik untuk melestarikan warisan budaya. Aksi ini menjadi pengingat bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan gaya hidup modern.
Artikel Terkait
Bahasa dan Budaya Sunda di Tengah Arus Globalisasi: Antara Tantangan dan Peluang Digital
Parade Budaya 7 Negara Meriahkan Car Free Day Jakarta Sambut 500 Tahun Kota
Bahasa Daerah Mulai Ditinggalkan Generasi Muda, Pengamat Khawatirkan Nasib Warisan Budaya