Video berdurasi 1 menit 7 detik yang memperlihatkan seorang pemuda tanpa busana di teras rumahnya viral di media sosial dan menggegerkan warga Sidoarjo. Dalam rekaman itu, pemuda berusia 18 tahun itu tampak melakukan hal tidak senonoh sambil memeluk guling. Kejadian tersebut terekam oleh seorang driver ojek online yang tengah mengantarkan pesanan makanan ke rumah pemuda tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemuda tersebut memesan minuman instan seharga Rp 6.800 melalui aplikasi pemesanan. Setelah video tersebut viral, Polsek Buduran langsung mendatangi lokasi dan memanggil pemuda itu ke balai desa.
Kapolsek Buduran, Kompol Sugeng Sulistiyono, membenarkan bahwa video tersebut terjadi di wilayah hukumnya. “Betul adanya, jadi remaja yang dimaksud, sudah kami lakukan mitigasi, kami panggil, kami arahkan berikutnya agar tetap menjaga etika dan tidak terulang kembali,” ujarnya, Kamis (16/7).
Sugeng menambahkan, remaja tersebut diketahui telah melakukan tindakan menyimpang serupa sebanyak dua kali. “Memang pemuda yang dimaksud itu sering sudah diketahui melakukan hal tersebut dua kali. Jadi (melakukan) ke benda, maksudnya benda mati melakukan seperti itu, sudah dijumpai ini dua kali. Nanti kita laksanakan pemeriksaan di kesehatan,” bebernya.
Kepala Desa Dukuh Tengah, Kusnul Arofik, menjelaskan bahwa remaja tersebut akan menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan perhatian dan pengawasan. “Ya sementara ini, orang tuanya dipanggil secara profesional untuk minta keterangan. Nanti kita awal dengan konsultasi dengan puskesmas di balai desa untuk mengawal anak-anak ini, agar anak-anak ini nanti sembuh dengan kelakuan-kelakuan yang aneh-aneh saat ini, kami akan mengawal bersama-sama,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Remaja Putri di Sampang Diperkosa 27 Pria, 13 Tersangka Ditangkap
27 Pria Perkosa Remaja Putri di Sampang, 13 Ditangkap
Remaja Putri di Sampang Diperkosa 27 Pria, Polisi Tangkap 13 Tersangka
630 Pemuda Tulungagung Positif HIV, KPA Intensifkan Sosialisasi ke Sekolah