Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Heal, Hadirkan Red Carpet dan Kolaborasi Lintas Sektor

- Kamis, 16 Juli 2026 | 16:18 WIB
Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema Heal, Hadirkan Red Carpet dan Kolaborasi Lintas Sektor

Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 akan digelar di Central Park Jember, Jawa Timur, pada 24-26 Juli 2026. Mengusung tema "Heal: Humanity, Earth, and Life", karnaval tahun ini tidak sekadar peragaan busana, melainkan gerakan inklusif yang merangkul berbagai profesi dan latar belakang.

Presiden JFC Budi Setiawan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/7/2026), menjelaskan bahwa tema tersebut selaras dengan cita-cita almarhum founder Dynand Fariz: memberi ruang seluas-luasnya bagi siapa pun untuk bertumbuh dan berkarya. "Heal juga bermakna bahwa kita tak bisa sendiri, perlu kolaborasi dengan orang lain untuk mewujudkan mimpi," ujarnya.

Budi menegaskan JFC bukan sekadar karnaval, melainkan sebuah movement. "JFC adalah ruang untuk menunjukkan karya-karya terbaik Indonesia kepada dunia internasional," katanya.

Format Baru dan Kolaborasi

Salah satu perubahan signifikan tahun ini adalah format karnaval yang akan menggunakan beberapa red carpet, berbeda dari sebelumnya yang hanya satu runway. Hal ini diungkapkan oleh Bubah Alfian, Make Up Artist sekaligus JFC Ambassador. Ia berharap masyarakat tidak hanya ramai di media sosial, tetapi benar-benar hadir menyaksikan langsung. "Dukungan yang saya harapkan bukan hanya support di media sosial ramai, tapi datang itu adalah support terbesar untuk Jember Fashion Carnaval dan untuk Indonesia," kata Bubah.

JFC 2026 juga menggandeng sejumlah brand dan lembaga. Pada hari karnaval, akan digelar fashion show oleh para tukang hasil kolaborasi dengan Semen Gresik. Selain itu, JFC bekerja sama dengan Yayasan Puteri Indonesia dan model internasional Sawitri untuk program advokasi pendidikan di sekolah-sekolah.

Tantangan Keberlanjutan

Bagi Budi, pagelaran JFC memiliki makna terbukanya kesempatan berkarya dan kesejahteraan. Tantangan terbesar saat ini bukanlah karya kreatif, melainkan bagaimana membangun mindset entrepreneurship. "Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menjadikan ini bisa dikonversi menjadi kesejahteraan bagi banyak orang dan berkelanjutan," terangnya.

"Itu yang kami sedang bantu dengan hadirnya partner kami, inilah yang kita bangun bersama untuk tahun ini maupun keberlanjutan ke depannya," pungkas Budi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags