Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000, Penumpang Minta Armada Ditambah dan Fasilitas Ditingkatkan

- Kamis, 09 Juli 2026 | 23:12 WIB
Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp5.000, Penumpang Minta Armada Ditambah dan Fasilitas Ditingkatkan

Usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk menaikkan tarif Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 mendapat respons beragam dari pengguna. Sebagian besar warga menyatakan setuju, asalkan kenaikan itu diimbangi dengan penambahan armada dan peningkatan fasilitas yang benar-benar dirasakan.

Jefri (23), pengguna Transjakarta, menilai kenaikan menjadi Rp5.000 masih wajar karena tarif lama sudah bertahun-tahun tidak berubah. Namun, ia menekankan pentingnya penambahan armada agar waktu tunggu penumpang berkurang. "Menurut saya, kalau kenaikan harga cuma Rp5.000 itu masih wajar, apalagi kalau misalkan armada busnya diperbanyak biar penumpang tidak perlu nunggu lama, itu keluhan saya, menurut saya justru itu bagus," kata Jefri di Halte Blok M.

Sifa (30) juga bersedia membayar lebih mahal dengan syarat jalur busway bebas dari kemacetan dan kendaraan pribadi. "Jadi menurut aku dengan harga Rp5.000 kemarin, terus kalau misalkan harganya naik, dibarengi dengan fasilitas supaya nggak macet lagi, menurut aku oke," ucapnya.

Alberto (23) dan Tiwi (22) menyoroti perlunya peningkatan fasilitas halte. Alberto berharap kenaikan tarif dialokasikan untuk menyediakan air minum dan colokan charger di halte. "Misalnya di halte, mungkin di setiap halte bisa disediakan air putih, yaitu seperti di beberapa halte sudah ada tapi belum semuanya ada, mungkin seperti itu. Ataupun seperti charger, tempat charger seperti itu," sebutnya. Sementara Tiwi menekankan kebersihan toilet dan keramahan staf. "Dan kalau menurut aku kalau di TJ itu yang perlu banget diperbaiki yaitu toiletnya, supaya terjaga kebersihanlah gitu. Terus yang perlu dikembangin menurut aku, buat stafnya, terkadang mereka jutek gitu, itu perlu diperbaiki juga," tambah Tiwi.

Stephanie (24) mendukung kenaikan tarif karena berharap armada bus listrik terus diperbanyak. Ia menilai bus listrik lebih nyaman karena tidak berisik dan membantu mengurangi polusi. "Jadi harapan aku untuk bus listriknya ya diperbanyak aja sih seiring dengan kenaikan harga Transjakarta. Busnya kan enggak berisik ya, terus supaya juga Jakarta lebih bersih gitu, bebas polusi," ungkap Stephanie.

Sebelumnya, DTKJ mengusulkan tarif tunggal Rp5.000 untuk seluruh layanan Transjakarta di DKI Jakarta, termasuk BRT, non-BRT, dan Mikrotrans. Sementara tarif Transjabodetabek diusulkan naik menjadi Rp10.000. Ketua DTKJ Sugihardjo menegaskan bahwa penyesuaian tarif harus diikuti peningkatan kualitas layanan. Ia menilai tarif tunggal Rp5.000 justru lebih murah bagi penumpang yang selama ini harus membayar berkali-kali karena berpindah layanan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags