Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Tayang Perdana, Angkat Sejarah Islam Abad ke-13

- Senin, 06 Juli 2026 | 07:40 WIB
Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia Tayang Perdana, Angkat Sejarah Islam Abad ke-13

Anime adaptasi manga Tenmaku no Jādūgaru atau Jaadugar: A Witch in Mongolia resmi tayang perdana pada 4 Juli 2026 di Jepang melalui blok pemrograman IMAnimation W di TV Asahi. Serial drama sejarah ini diproduksi oleh Science SARU, studio yang dikenal lewat Dan Da Dan.

Dua episode pertama langsung ditayangkan berurutan dalam format spesial satu jam. Anime ini disutradarai oleh Abel Góngora, dengan Naoko Yamada sebagai sutradara eksekutif. Desain karakter digarap oleh Kenichi Yoshida.

Lagu pembuka berjudul "Stella" dibawakan oleh SEKAI NO OWARI, sementara lagu penutup "Hoshi" dibawakan oleh QUEEN BEE. Bagi penggemar di luar Jepang, anime ini tersedia secara resmi melalui platform streaming Crunchyroll.

Diadaptasi dari manga karya Tomato Soup yang dalam bahasa Inggris berjudul A Witch's Life in Mongol, cerita berlatar abad ke-13. Fokus pada Sitara (Fatima), seorang gadis tawanan asal Persia yang cerdas dan menguasai ilmu pengobatan. Setelah kotanya dihancurkan oleh Kekaisaran Mongol, ia menyusup ke istana dan bekerja sama dengan Töregene, istri keenam pangeran Mongol, untuk mengguncang kekuasaan dari dalam.

Sejak penayangan perdana, anime ini menuai respons positif di media sosial. Banyak penonton terkesan dengan penggambaran elemen Islam, termasuk suara azan yang muncul di episode pertama. Seorang pengguna Twitter menulis, "Nonton anime Tenmaku no Jaadugar itu hukumnya sunnah muakkad anime bagus tentang menuntut ilmu dengan unsur agama Islam." Pengguna lain mengaku merasa terwakili secara autentik sebagai muslimah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags