Keunikan Majelis Ilmu di Masjid Nabawi: Antara Sepi Pengunjung dan Kemuliaan Akhir Hayat

- Senin, 06 Juli 2026 | 04:40 WIB
Keunikan Majelis Ilmu di Masjid Nabawi: Antara Sepi Pengunjung dan Kemuliaan Akhir Hayat

Di dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, terdapat pemandangan unik yang jarang terlihat di tempat lain. Animo kaum muslimin untuk beribadah di kedua masjid itu begitu besar, namun di balik keramaian jamaah, ada majelis ilmu yang berlangsung dalam kesunyian.

Beragam kajian syekh dengan tema dan disiplin keilmuan berbeda berlangsung bersamaan di satu masjid, bahkan dalam waktu yang sama, seperti ba'da maghrib. Audiensnya pun bervariasi: ada majelis yang dihadiri ribuan orang, ada pula yang hanya puluhan atau bahkan beberapa orang saja. Kondisi ini berjalan tanpa masalah berarti, baik antarpara syekh pemateri maupun jamaah.

Semasa Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengajar di Masjid Nabawi, yang hadir di majelis beliau hanya beberapa puluh pelajar. Kondisi serupa terjadi pada majelis Syekh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah dan Syekh Umar Al Fallatah rahimahullah. Pada awal saya kuliah di Universitas Islam Madinah, majelis beliau hanya dihadiri puluhan orang, sementara majelis lain dihadiri ratusan bahkan ribuan.

Syekh Umar Fallatah mengkaji kitab Shahih Al Bukhari di tempat yang tepat di belakang Raudhah. Bukan hanya sedikit yang hadir, namun juga dalam kebisingan jamaah umrah dan haji yang berebut kesempatan shalat dan berdoa di Ar Raudhah. Kondisi lebih parah terjadi pada majelis Syekh Abdul Aziz As Syibly. Kadang kala hanya dihadiri oleh petugas perekam kajiannya, dan kadang hanya saya yang menemani petugas perekam itu.

Subhanallah, di akhir hayatnya, Syekh Abdul Aziz As Syibly mendapat kemuliaan meninggal dunia saat sedang shalat maghrib berjamaah. Beliau shalat tepat di belakang imam Masjid Nabawi, Syekh Ali Al Huzaifi. Tatkala ruku' pada rakaat pertama, Syekh Abdul Aziz tersungkur dan meninggal dunia. Semoga Allah melimpahkan nikmat serupa kepada kita semua.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags