BPBD Jambi Siapkan 81 Posko Hadapi Puncak Musim Kemarau dan Ancaman Karhutla

- Jumat, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB
BPBD Jambi Siapkan 81 Posko Hadapi Puncak Musim Kemarau dan Ancaman Karhutla

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi telah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diprakirakan berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2026. Puluhan posko siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibentuk di sejumlah daerah rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan prakiraan cuaca yang menunjukkan Juli menjadi awal puncak musim kemarau. "Ini diperkirakan akan berlangsung pada Juli sampai akhir September, bahkan Oktober 2026," kata Bachyuni, Kamis (2/7).

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jambi membentuk 81 posko siaga karhutla yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota dengan tingkat kerawanan tinggi. Pembentukan posko itu merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jambi untuk memperkuat kesiapsiagaan.

"Kita membuat 81 posko tersebar di seluruh kabupaten atau kota yang rawan kebakaran hutan dan lahan dalam rangka melakukan antisipasi terjadi karhutla," ujarnya.

Setiap posko diisi sekitar 10 personel gabungan dari BPBD, BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga relawan. Mereka bertugas melakukan patroli, sosialisasi kepada masyarakat, dan memantau titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Laporan dari posko lapangan akan diteruskan ke Posko Induk di Korem 042/Garuda Putih serta Posko Udara di Bandara Sultan Thaha Jambi jika ditemukan indikasi kebakaran.

"Satu posko itu 10 personel dilengkapi peralatan dan posko itu berlangsung pada hari ini sampai masa status siaga berakhir yaitu tanggal 31 Oktober 2026," katanya.

Di sisi lain, BPBD mencatat aktivitas titik panas di Jambi sepanjang tahun ini masih cukup tinggi. Berdasarkan pantauan Satelit Aqua Terra dan Suomi NPP pada periode 1 Januari hingga 29 Juni 2026, terdapat 1.463 hotspot di seluruh wilayah provinsi. Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 451 titik. Disusul Muaro Jambi 339 titik, Sarolangun 199 titik, Merangin 138 titik, Tanjung Jabung Timur 99 titik, Tebo 84 titik, Batang Hari 71 titik, Bungo 53 titik, Kerinci 21 titik, Kota Jambi 7 titik, dan Sungai Penuh 1 titik.

Estimasi luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 22 Juni 2026 mencapai sekitar 137,72 hektare. Sarolangun menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar mencapai 44,90 hektare, disusul Batang Hari 36,42 hektare, Tanjung Jabung Barat 33,40 hektare, Tanjung Jabung Timur 18,80 hektare, Tebo 2,50 hektare, dan Muaro Jambi 1,70 hektare.

Data tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla masih membayangi Jambi di tengah puncak musim kemarau. BPBD pun mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar kebakaran tidak meluas.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags