Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan damai dengan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat sebagai pencapaian bersejarah. Menurutnya, perjanjian itu menjadi pukulan telak bagi Hizbullah dan Iran.
"Kemarin, kita mencapai kesepakatan bersejarah untuk Israel usai negosiasi langsung dengan Lebanon," kata Netanyahu, Sabtu (27/6). Ia menambahkan, "Ini adalah pukulan telak untuk Iran dan Hizbullah."
Namun, optimisme itu tidak dirasakan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Politisi berhaluan kanan jauh itu justru menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah keliru.
"Kesepakatan ini adalah kesalahan besar. Kita memang keluar dari teritori (selatan Lebanon) untuk sekarang, tapi Lebanon tak akan melucuti Hizbullah," kata Ben Gvir. Ia meragukan komitmen pemerintah Lebanon yang dinilainya tidak bisa dipercaya karena diisi menteri-menteri dari Hizbullah. "Hanya tentara Israel yang bisa melucuti dan menghancurkan Hizbullah. Tak ada pihak lain yang akan melakukannya untuk kita," ucapnya.
Artikel Terkait
Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Internasional untuk Netanyahu atas Tuduhan Genosida
Menteri Keamanan Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Setiap Malam
Turki Minta Interpol Terbitkan Red Notice untuk Netanyahu
Layang-Layang dari Gaza Memicu Siaga Keamanan Israel