Netanyahu Sebut Kesepakatan Damai dengan Lebanon Bersejarah, Menteri Kanan Justru Khawatir

- Minggu, 28 Juni 2026 | 01:48 WIB
Netanyahu Sebut Kesepakatan Damai dengan Lebanon Bersejarah, Menteri Kanan Justru Khawatir

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan damai dengan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat sebagai pencapaian bersejarah. Menurutnya, perjanjian itu menjadi pukulan telak bagi Hizbullah dan Iran.

"Kemarin, kita mencapai kesepakatan bersejarah untuk Israel usai negosiasi langsung dengan Lebanon," kata Netanyahu, Sabtu (27/6). Ia menambahkan, "Ini adalah pukulan telak untuk Iran dan Hizbullah."

Namun, optimisme itu tidak dirasakan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Politisi berhaluan kanan jauh itu justru menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah keliru.

"Kesepakatan ini adalah kesalahan besar. Kita memang keluar dari teritori (selatan Lebanon) untuk sekarang, tapi Lebanon tak akan melucuti Hizbullah," kata Ben Gvir. Ia meragukan komitmen pemerintah Lebanon yang dinilainya tidak bisa dipercaya karena diisi menteri-menteri dari Hizbullah. "Hanya tentara Israel yang bisa melucuti dan menghancurkan Hizbullah. Tak ada pihak lain yang akan melakukannya untuk kita," ucapnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags