Fenomena risol matcha yang tengah viral di media sosial memicu perbandingan menarik dengan salah satu jajanan tradisional khas Makassar, yaitu dadar gulung. Camilan modern dengan kulit tipis berwarna hijau dan isian krim keju matcha yang lumer itu mendadak populer berkat tampilannya yang estetik dan dianggap kekinian. Namun, bagi sebagian masyarakat di Makassar, kemunculan risol matcha justru mengingatkan mereka pada kuliner tradisional yang telah lama dikenal.
Sekilas, kedua hidangan ini memang memiliki kemiripan fisik yang sulit dipungkiri. Keduanya sama-sama memiliki kulit lentur berwarna hijau dan bentuk gulungan yang menyerupai lumpia. Perbedaan mendasar terletak pada cita rasa dan konsep penyajiannya. Jika risol matcha hadir sebagai dessert modern dengan dominasi rasa manis dan creamy, dadar gulung telah lebih dulu dikenal sebagai jajanan tradisional dengan cita rasa manis khas Indonesia yang legit.
Viralnya risol matcha di berbagai platform digital membuat warganet mulai membandingkan kedua camilan tersebut. Tidak sedikit pula yang menyebut dadar gulung sebagai “versi lokal” dari camilan kekinian itu. Perbandingan ini pun membuka ruang diskusi mengenai relevansi kuliner tradisional di tengah gempuran tren makanan modern.
Dadar gulung merupakan salah satu kue basah yang cukup mudah ditemukan di Makassar, Sulawesi Selatan. Jajanan ini dikenal melalui kulit tipis berwarna hijau dengan aroma pandan yang khas. Teksturnya yang lembut dan lentur berpadu dengan isian kelapa parut yang dimasak bersama gula merah, menghasilkan rasa manis legit dengan sedikit sensasi gurih dari santan. Perpaduan rasa sederhana inilah yang membuat dadar gulung tetap bertahan dan digemari lintas generasi. Biasanya, camilan ini disajikan sebagai teman minum teh atau kopi di pagi maupun sore hari.
Di sisi lain, kemunculan risol matcha menunjukkan bagaimana kuliner tradisional kini mulai dikemas ulang dengan tampilan dan rasa yang lebih modern untuk menarik perhatian generasi muda. Jika risol matcha menggunakan isian krim keju matcha yang creamy, dadar gulung sejatinya memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke dalam berbagai varian baru tanpa harus menghilangkan ciri khasnya. Mulai dari isian cokelat, matcha, tiramisu, hingga cream cheese dapat menjadi inovasi baru bagi jajanan tradisional ini. Bahkan, tampilannya yang estetik dinilai sangat cocok untuk dipasarkan sebagai camilan kekinian maupun ide bisnis rumahan.
Viralnya risol matcha justru bisa menjadi momentum strategis untuk kembali memperkenalkan dadar gulung kepada generasi muda dengan cara yang lebih modern. Alih-alih tergerus oleh tren, kuliner tradisional justru memiliki peluang untuk beradaptasi dan tetap relevan.
Bagi yang ingin mencoba membuat sendiri di rumah, dadar gulung dapat diracik dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Untuk kulit, diperlukan 250 gram tepung terigu protein rendah, dua butir telur, 375 ml santan instan, air secukupnya, pewarna hijau makanan, garam, dan minyak goreng untuk olesan. Sementara itu, isian atau unti kelapa dibuat dari satu buah kelapa setengah tua yang diparut memanjang, 150 gram gula aren, dua lembar daun pandan, 65 ml santan instan, 125 ml air, vanili, dan setengah sendok teh bubuk kayu manis.
Proses pembuatannya dimulai dengan mencampurkan tepung dan garam, lalu diaduk rata. Setelah itu, masukkan santan, air, dan telur sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin tanpa gumpalan. Tambahkan pewarna hijau secukupnya, lalu saring adonan agar hasil kulit lebih halus. Untuk isian, masak santan dan air terlebih dahulu, kemudian masukkan gula aren, daun pandan, vanili, dan bubuk kayu manis. Setelah mendidih, masukkan kelapa parut lalu aduk hingga air menyusut dan isian menjadi agak kering. Panaskan teflon yang sudah dioles tipis minyak goreng, tuang satu sendok sayur adonan kulit sambil diputar hingga membentuk lapisan tipis. Masak sebentar hingga matang, lalu angkat. Ulangi sampai adonan habis. Ambil satu lembar kulit, isi dengan kelapa yang sudah dibentuk memanjang, lalu lipat dan gulung menyerupai lumpia. Dadar gulung pun siap disajikan.
Artikel Terkait
Mahfud MD: Budaya Militeristik Polri Harus Dihapus Total Demi Reformasi Institusi
Grand Waterboom Maros Hadirkan Wahana Air, Mini Zoo, hingga Playground dalam Satu Kawasan Rekreasi Keluarga
Gaji Dosen RI Rp 3,36 Juta per Bulan, ADI Nilai Langgar Prinsip Upah Layak
Pelaku Pembacokan Penjual Ikan di Gowa Menyerahkan Diri ke Polisi