SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang LCC Empat Pilar MPR, Pilih Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional

- Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang LCC Empat Pilar MPR, Pilih Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional

SMAN 1 Pontianak secara resmi menyatakan menolak untuk berpartisipasi dalam final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat, sebuah keputusan yang diambil oleh MPR RI. Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, pada Kamis (14/5/2026).

Dalam keterangan resminya, Indang menegaskan bahwa seluruh langkah yang ditempuh pihak sekolah selama ini semata-mata bertujuan untuk memperoleh klarifikasi serta memastikan mekanisme perlombaan berjalan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Ia menekankan bahwa sekolahnya tidak pernah memiliki niat untuk membatalkan kemenangan yang telah diraih oleh SMAN 1 Sambas.

“SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” ujar Indang.

Setelah mendapatkan penjelasan menyeluruh terkait polemik yang sempat memanas, SMAN 1 Pontianak menyatakan menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan sebelumnya. Sekolah tersebut juga menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di ajang LCC Empat Pilar MPR tingkat nasional.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan Lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR,” kata Indang. Pihak sekolah turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian masyarakat terhadap polemik yang sempat viral di media sosial tersebut.

Sebelumnya, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, memutuskan untuk mengulang final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar setelah muncul polemik terkait penilaian lomba. Keputusan ini juga diikuti dengan langkah mengganti seluruh dewan juri dan pembawa acara dalam final ulang tersebut. Menurut Muzani, LCC Empat Pilar dinilai efektif sebagai sarana sosialisasi nilai-nilai Empat Pilar MPR kepada generasi muda sejak pertama kali digelar pada 2009.

“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kami lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya. Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” tegas Muzani. Ia memastikan pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba ulang tersebut dari awal hingga akhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, menyebut polemik kemungkinan dipicu oleh gangguan teknis pada perangkat audio yang mengarah ke meja juri. Menurutnya, jawaban peserta sebenarnya terdengar jelas di siaran langsung maupun oleh penonton yang hadir di lokasi.

“Di siaran langsung dan pendengaran penonton, jawabannya cukup jelas. Namun, speaker yang mengarah ke juri disebut mengalami kendala,” ujar Faisal. Polemik ini membuat salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak, Josepha, mendapat perhatian publik yang luas. Ia bahkan dikabarkan menerima tawaran beasiswa kuliah ke Tiongkok dan undangan untuk bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar