MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tipis pada penutupan perdagangan terkini, terdorong oleh tekanan jual yang mendominasi pasar. Indeks utama Bursa Efek Indonesia itu melemah 0,03 persen ke posisi 8.271, dalam sesi yang menunjukkan kehati-hatian investor. Analis dari MNC Sekuritas dalam riset terkininya memaparkan dua skenario utama untuk pergerakan IHSG ke depan, dengan level kunci 8.170 menjadi penentu arah.
Analisis Teknikal dan Skenario Pasar
Meski ditutup melemah, prospek penguatan IHSG dinilai masih terbuka. Analisis teknikal dari MNC Sekuritas menunjukkan, skenario terbaik atau best case dapat terjadi selama indeks mampu mempertahankan posisinya di atas level support kritis 8.170. Jika berhasil bertahan, IHSG berpeluang melanjutkan tren naik untuk menuju target di rentang 8.440 hingga 8.503.
Namun, di balik peluang tersebut, para analis juga mengingatkan adanya risiko. Pasar perlu mewaspadai potensi koreksi lebih dalam jika momentum jual berlanjut, yang bisa menarik IHSG ke area 8.059–8.119. Dengan demikian, pergerakan indeks dalam beberapa sesi ke depan diprediksi akan sangat bergantung pada pertarungan antara daya beli dan tekanan jual di sekitar level-level teknis tersebut.
Secara lebih rinci, level support berikutnya untuk IHSG terpantau di 8.170 dan 8.025. Sementara itu, level resistance atau hambatan berada di 8.408 dan 8.596.
Rekomendasi Saham Berdasarkan Analisis
Selain memberikan pandangan terhadap IHSG, riset tersebut juga membeberkan sejumlah rekomendasi saham pilihan dengan analisis teknikal mendalam. Setiap rekomendasi dilengkapi dengan level beli, target harga, dan titik stop loss untuk manajemen risiko.
BIRD: Rekomendasi Speculative Buy
Saham BIRD ditutup menguat 0,57% di harga Rp 1.750. Meski volume pembelian terpantau mengecil, aktivitas beli masih mendominasi. Analis memperkirakan saham ini sedang berada dalam fase penguatan tertentu.
"Selama bertahan di atas 1.710 sebagai stoploss, BIRD diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i]," jelas analis dalam risetnya.
Rekomendasi untuk BIRD adalah Speculative Buy di rentang harga 1.725–1.740. Target harga ditetapkan di level 1.765 dan 1.785, dengan stop loss di bawah Rp 1.710.
BRMS: Strategi Buy on Weakness
BRMS menguat tipis 0,47% ke Rp 1.060, namun pergerakannya masih dibayangi tekanan jual dan belum berhasil menembus rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Pola pergerakan ini mengindikasikan saham masih dalam fase konsolidasi.
Analis mengungkapkan, "Diperkirakan berada pada bagian dari wave ii dari wave (c) dari wave [b]."
Oleh karena itu, strategi yang disarankan adalah Buy on Weakness di kisaran 985–1.035. Target harga diletakkan di 1.120 dan 1.225, dengan batas risiko stop loss di bawah Rp 900.
INCO: Peluang Beli Saat Melemah
INCO menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 0,73% ke level Rp 6.900, didukung oleh volume pembelian yang masuk. Analisis pola gelombang menunjukkan saham emiten tambang ini sedang dalam fase penyesuaian.
"Saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5," tutur analis.
Rekomendasi untuk INCO adalah Buy on Weakness pada rentang 6.425–6.775. Target harga yang diproyeksikan adalah 7.225 dan 7.625, dengan stop loss di bawah Rp 6.350.
NICL: Potensi Pemulihan Setelah Koreksi
Berbeda dengan lainnya, saham NICL justru mengalami koreksi cukup dalam sebesar 4,38% ke harga Rp 1.200. Tekanan jual yang kuat membuat saham ini belum mampu mendekati level MA60, menandakan sentimen yang masih lemah.
Analis memaparkan, "Diperkirakan berada pada bagian dari wave B dari wave (B)."
Strategi yang ditawarkan adalah Buy on Weakness di area 1.100–1.170, dengan target pemulihan menuju 1.375 dan 1.470. Investor disarankan menempatkan stop loss di bawah Rp 1.040 untuk membatasi kerugian.
Disclaimer: Rekomendasi ini merupakan analisis teknikal dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada pada masing-masing investor.
Artikel Terkait
Persib Kokohkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Persita 1-0
KAMMI Serahkan Hasil Panen Beras Sambas ke Mentan, Buktikan Peran Pemuda dalam Ketahanan Pangan
Kemenag Tegaskan Aturan Pengeras Suara Masjid Sudah Ada, Tanggapi Protes WNA di Gili Trawangan
Komisi III DPR RI Kutuk Keras Kematian Nizam, Polres Sukabumi Masih Selidiki Dugaan Kekerasan