Sejak subuh, suasana di gudang AAS Building sudah ramai. Anggota Tim Distribusi Beras Berkah Ramadhan dari Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) sibuk mengangkut karung demi karung beras ke mobil para relawan. Mereka bergerak cepat, tak peduli hari masih Ahad pagi, tanggal 22 Februari 2026.
Di tengah keriuhan itu, Andi Irwan Patawari atau yang akrab disapa AIP terlihat memimpin langsung pendataan. Ia melayani para relawan yang berdatangan dari berbagai penjuru kota. “Semua tim responsif dan bergerak cepat di lapangan,” ujarnya, ditemui di lokasi. Menurutnya, kerja keras itu berlangsung siang dan malam, bahkan saat hujan sekalipun. “Saya ucapkan terima kasih atas kerja cepat teman-teman,” tambah AIP.
Tak hanya AIP, ada beberapa nama lain yang juga standby di gudang. Sebut saja Mursalim Thahir (Calink), Ode Sukiman, Suwardi Thahir, Rusmin (Cumming), Pais, dan Ahmad Ali. Mereka inilah ujung tombak yang memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Secara keseluruhan, program yang diinisiasi Ketua Umum IKA Unhas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman ini punya target cukup besar. Rencananya, 100 ton beras akan disalurkan. “Sampai saat ini, kita sudah menyalurkan sekitar 22 ton,” jelas AIP, yang juga kerap dipanggil Petta Ewang. Kolaborasi dengan AAS Foundation ini memang digeber untuk menyambut Ramadhan.
AIP lantas menitipkan pesan khusus kepada para penerima bantuan. Ia meminta mereka untuk mendoakan Mentan Amran beserta kedua orang tuanya, Andi Sulaiman dan Hj Andi Nurhadi.
Komitmen di Balik Peluncuran
Sebenarnya, program ini sudah resmi diluncurkan beberapa hari sebelumnya. Tepatnya Selasa, 17 Februari 2026, di lantai satu AAS Building. Dalam acara Kick Off Bakti Sosial itu, Amran Sulaiman sendiri yang hadir menegaskan komitmennya.
“Tidak boleh ada kelaparan anak bangsa sekarang,” tegasnya dengan semangat yang terasa. Pesannya jelas: memastikan ketahanan pangan, terutama saat menyambut bulan suci.
Namun begitu, di balik angka dan tonase beras, ada harapan lain yang mengemuka. Program ini diharapkan bisa mempererat silaturahmi antaralumni dan masyarakat. Lebih dari sekadar bantuan materi, ini adalah bentuk bakti sosial nyata di momentum yang penuh berkah.
Dan pagi ini, di gudang yang sibuk itu, semangat itulah yang terus menggerakkan setiap tangan yang mengangkat karung beras.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Aturan Pengeras Suara Masjid Sudah Ada, Tanggapi Protes WNA di Gili Trawangan
Komisi III DPR RI Kutuk Keras Kematian Nizam, Polres Sukabumi Masih Selidiki Dugaan Kekerasan
BMKG Pastikan Gempa Kuat di Fiji Tak Picu Ancaman Tsunami bagi Indonesia
Kementerian Pertanian Pastikan Harga Ayam di Pasar Minggu Masih Sesuai Acuan