Suasana jalan menurun di Maluku pada Kamis siang itu berubah menjadi mencekam. Arianto Tawakal, yang berboncengan dengan kakaknya, Nasri Karim, tiba-tiba harus menghadapi aksi brutal. Seorang personel Brimob berinisial MS diduga menghantamnya menggunakan helm. Pukulan itu begitu keras.
Arianto langsung tersungkur. Tubuhnya terseret sepeda motor yang mereka tumpangi. Meski sempat dilarikan dengan cepat ke RSUD Karel Sadsuitubun, nyawanya tak tertolong. Dokter menetapkan ia meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIT, akibat luka-luka berat yang ia alami. Peristiwa yang terjadi tanggal 19 Februari 2026 ini pun langsung menyulut gelombang kemarahan di media sosial.
Sorotan publik semakin tajam mengarah ke institusi kepolisian.
Merespon hal itu, Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Edison Isir, angkat bicara. Ia menyatakan Polda Maluku sudah bergerak menangani kasus ini.
Artikel Terkait
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes