MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia, melalui Presiden Prabowo Subianto, secara resmi menyatakan kesiapan mengirimkan kontingen perdamaian ke Gaza. Komitmen untuk menyumbang hingga 8.000 personel ke dalam International Stabilization Force (ISF) itu ditegaskan dalam forum perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). Pernyataan ini menegaskan posisi aktif Indonesia dalam upaya internasional menciptakan stabilitas pasca-konflik di wilayah Palestina.
Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, Prabowo menyampaikan dukungan penuh terhadap kerangka perdamaian yang sedang dibangun. Kehadirannya sekaligus menandai partisipasi resmi Indonesia dalam mekanisme Dewan Perdamaian, yang mengacu pada mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 Tahun 2025.
Komitmen Nyata dengan Prinsip yang Jelas
Kesiapan mengerahkan ribuan personel tersebut bukan tanpa syarat. Pemerintah Indonesia menekankan bahwa keterlibatan dalam pasukan multinasional itu harus dilandasi mandat yang jelas dan parameter operasional yang disepakati bersama. Seluruh kontribusi juga wajib sejalan dengan hukum internasional dan ketentuan hukum nasional, mencerminkan kehati-hatian dan prinsip kedaulatan yang dipegang teguh.
Lebih dari sekadar kontribusi keamanan, Indonesia juga menyoroti pentingnya agenda rekonstruksi dan stabilisasi jangka panjang di Gaza. Pendekatan ini tetap berlandaskan pada penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan komitmen pada Visi Solusi Dua Negara sebagai satu-satunya jalan keluar konflik yang berkelanjutan.
Dalam pernyataannya yang disiarkan langsung, Presiden Prabowo menegaskan komitmen tersebut. "Pencapaian gencatan senjata ini nyata. Kami memuji hal ini, dan oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan jumlah pasukan yang signifikan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," ujarnya.
Ia menambahkan, partisipasi Indonesia dalam BoP adalah wujud dari komitmen jangka panjang tersebut. "Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace," tegas Prabowo.
Bergabung dengan Negara-Negara Pengirim Awal
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari tujuh negara pertama yang secara resmi berkomitmen memperkuat ISF. Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, mengumumkan daftar negara yang akan mengirimkan pasukan militer, yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
Sementara itu, dua negara tetangga Gaza, Mesir dan Yordania, berpartisipasi dengan menyiapkan personel kepolisian terlatih untuk mendukung fungsi keamanan sipil di lapangan.
"Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa tujuh negara pertama telah berkomitmen untuk mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF," ungkap Jeffers.
Dengan bergabung dalam struktur awal pasukan stabilisasi ini, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi diplomatiknya dalam isu Palestina, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mekanisme transisional yang krusial bagi masa depan Gaza. Langkah ini dipandang sebagai implementasi konkret dari politik luar negeri yang aktif dan berkontribusi bagi perdamaian global.
Artikel Terkait
Anjuran Segera Buka Puasa dan Jadwal Ibadah Ramadan di Makassar
Pantai Panrang Luhu Bulukumba: Pesona Alam, Sejarah Kapal Phinisi, dan Legenda Ratu Sangkawana
Pesawat Air Tractor Jatuh di Nunukan, Pilot Tewas Saat Mengangkut BBM ke Pedalaman
Gempa Magnitudo 3,4 Guncang Nabire, Papua Tengah