Ia menambahkan, partisipasi Indonesia dalam BoP adalah wujud dari komitmen jangka panjang tersebut. "Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace," tegas Prabowo.
Bergabung dengan Negara-Negara Pengirim Awal
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari tujuh negara pertama yang secara resmi berkomitmen memperkuat ISF. Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, mengumumkan daftar negara yang akan mengirimkan pasukan militer, yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
Sementara itu, dua negara tetangga Gaza, Mesir dan Yordania, berpartisipasi dengan menyiapkan personel kepolisian terlatih untuk mendukung fungsi keamanan sipil di lapangan.
"Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa tujuh negara pertama telah berkomitmen untuk mengirimkan pasukan untuk bertugas di ISF," ungkap Jeffers.
Dengan bergabung dalam struktur awal pasukan stabilisasi ini, Indonesia tidak hanya memperkuat posisi diplomatiknya dalam isu Palestina, tetapi juga mengambil peran nyata dalam mekanisme transisional yang krusial bagi masa depan Gaza. Langkah ini dipandang sebagai implementasi konkret dari politik luar negeri yang aktif dan berkontribusi bagi perdamaian global.
Artikel Terkait
Kiper Bosnia Curi Catatan Penalti Donnarumma, Picu Kontroversi di Laga Internasional
Mahasiswa Blokade Flyover Makassar, Tuntut Penuntasan Kasus Penyiraman Air Keras
Analis Prediksi IHSG Masih Rentan Koreksi, Soroti Level Support 6.846
KA Bangunkarta Anjlok di Brebes, Evakuasi Diperkirakan 7 Jam Lumpuhkan Jalur