IHSG Turun 0,43%, Analis Soroti Kunci Support di Level 8.170

- Kamis, 19 Februari 2026 | 22:00 WIB
IHSG Turun 0,43%, Analis Soroti Kunci Support di Level 8.170

MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan terkoreksi 0,43% ke level 8.274. Penurunan ini terjadi seiring dengan dominasi tekanan jual di pasar, yang juga membuat pergerakan indeks tertahan di sekitar level rata-rata bergerak 20 hari (MA20). Analis memproyeksikan peluang penguatan masih terbuka dengan catatan, selama level support kunci di 8.170 dapat dipertahankan.

Analisis Teknikal dan Proyeksi Pergerakan IHSG

Berdasarkan analisis teknikal terkini, IHSG tercatat telah mencapai target minimal yang sebelumnya diperkirakan. Riset dari MNC Sekuritas menunjukkan, jika indeks berhasil bertahan di atas zona support kritis 8.170, maka potensi untuk melanjutkan tren naik masih cukup kuat. Dalam skenario ini, IHSG berpeluang membentuk gelombang lanjutan menuju rentang target 8.440 hingga 8.503.

Namun, di sisi lain, para pelaku pasar tetap perlu bersikap waspada. Dinamika pasar yang fluktuatif masih memungkinkan terjadinya koreksi lebih lanjut. Analis menggarisbawahi area 8.059–8.119 sebagai zona yang perlu diwaspadai jika fase konsolidasi jangka pendek berlanjut.

Secara teknis, level support utama IHSG saat ini berada di 8.170 dan 8.025. Sementara itu, resistance atau level penghambat pergerakan naik berada di 8.408 dan 8.596.

Rekomendasi Saham untuk Dicermati

Selain memberikan pandangan terhadap indeks secara keseluruhan, riset tersebut juga merilis sejumlah saham yang layak untuk dipantau oleh investor, dengan strategi "beli di saat pelemahan" atau buy on weakness.

AMMN: Momentum Penguatan Masih Berlanjut

Saham AMMN ditutup menguat 1,99% ke level 7.675. Pergerakannya masih didominasi oleh volume pembelian yang solid dan bertahan di atas kluster MA20 serta MA200, mengindikasikan momentum positif. Analis memperkirakan saham ini sedang berada dalam fase penguatan lanjutan.

Rekomendasi entry untuk AMMN adalah di kisaran 7.450-7.625, dengan target harga 7.875 dan 8.050. Sementara level stop loss diletakkan di bawah 7.300.

CMRY: Koreksi Sebagai Peluang Akumulasi

Berbeda dengan AMMN, CMRY justru terkoreksi 0,93% ke posisi 5.350. Meski masih didominasi tekanan jual, volume perdagangannya terpantau mengecil, yang bisa mengisyaratkan pelemahan yang mulai kehabisan tenaga. Saham ini diperkirakan sedang dalam fase koreksi sebelum melanjutkan tren.

"Buy on weakness untuk CMRY dapat dipertimbangkan di area 5.125-5.275," ungkap analis. Target yang diproyeksikan berada di level 5.575 dan 5.850, dengan batas stop loss di bawah 5.050.

TINS: Volume Pembelian Menguat

TINS mencatatkan kenaikan 1,01% ke harga 3.990, didorong oleh volume pembelian yang meningkat. Pola pergerakannya mengisyaratkan pembentukan formasi lanjutan dalam kerangka analisis gelombang.

Untuk saham ini, zona akumulasi direkomendasikan di rentang 3.700-3.850. Analis memproyeksikan target yang cukup signifikan, yaitu 4.440 dan 4.670, dengan proteksi stop loss ketat di bawah 3.400.

TKIM: Breakout dari Level Penting

TKIM menjadi salah satu saham dengan kinerja cukup kuat, melonjak 2,78% ke 7.400. Kenaikan ini disertai volume pembelian yang baik dan yang penting, saham berhasil menembus kluster MA20 dan MA60, sebuah sinyal teknis yang positif. Pergerakan ini diperkirakan sebagai awal dari fase akselerasi.

Rekomendasi entry untuk TKIM adalah di level 7.175-7.275. "Target yang dapat dituju selanjutnya berada di 7.625 dan 7.825," jelasnya. Investor disarankan menempatkan stop loss di bawah 6.975.

Perlu diingat, seluruh rekomendasi di atas bersifat teknikal murni dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual. Setiap keputusan investasi mengandung risiko dan menjadi tanggung jawab penuh masing-masing investor setelah melakukan pertimbangan yang matang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar