✍🏻 Muhammad Abduh Negara
Ketika Departemen Kehakiman AS akhirnya merilis "File Epstein" secara resmi, ada satu hal yang cukup mencolok. Di tengah semua kisah bobrok yang terkuak, masih ada secercah cahaya dari pemerintah sana: transparansi publik. Mereka berani membuka data-data super sensitif yang bahkan menyangkut nama-nama besar, tak terkecuali presiden mereka sendiri, Donald Trump.
Di sisi lain, coba bandingkan dengan China atau Rusia. Mustahil. Meski China kini unggul dalam banyak hal, soal keterbukaan seperti ini bukan prioritas mereka. Negara dengan sistem partai tunggal yang sangat menjaga stabilitas politik jelas tak akan pernah mau membongkar arsip-arsip sensitif untuk konsumsi publik. Itu bukan cara mereka bekerja.
Lalu Indonesia? Ya, sudahlah. Kita lebih sering mendengar "Hidup Jokowi!" atau teriakan "Tolak Asing!" di mana-mana. Hehe...
Ngomong-ngomong, sebelum kita larut dalam teori konspirasi macam-macam, ada baiknya tanya dulu pada diri sendiri: sudahkah baca dokumennya langsung?
File Epstein: Sebuah Banjir Data
Artikel Terkait
Prabowo Undang Ormas Islam Bahas Peran Indonesia di Dewan Perdamaian
Pujian Pakar AS untuk Program Makan Gratis Prabowo Berbanding Terbalik dengan Polemik Dalam Negeri
Megawati Hadiri Forum Kemanusiaan di Abu Dhabi, Didampingi Putra dan Rombongan PDIP
Ledakan Mengerikan di Pelabuhan Paotere, Sepuluh Nelayan Terlompat ke Laut