Bayangkan, di hari biasa, harga per kilonya mungkin cuma sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 60 ribu. Nah, saat Imlek tiba, harganya bisa melesat liar. Untuk ikan dingkis bertelur, jangan kaget kalau harganya menyentuh angka Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per kilogram! Lumayan bikin kantong menjerit, ya.
Soal penyajian, ada aturan tak tertulis juga. Ikan ini biasanya dimasak utuh, tidak dipotong-potong. Tujuannya, agar rezeki yang diharapkan juga mengalir utuh, tidak terputus. Cara masaknya sederhana saja, dibakar atau dikukus dengan bumbu dasar seperti kecap asin, jahe, dan taburan daun bawang yang segar. Hidangan ini sering jadi sajian andalan untuk menjamu tamu kehormatan.
Fenomena harga melambung ini memang cuma terjadi setahun sekali. Kebetulan, siklus bertelur ikan ini bertepatan dengan musim pasang saat perayaan Imlek. Jadi, pasokan terbatas, permintaan tinggi, ya wajar harganya naik.
Secara penampilan, ikan dingkis punya kulit yang licin dan duri tajam di punggungnya. Tapi jangan salah, dagingnya manis dan gurih. Apalagi kalau lagi musim bertelur, rasanya dijamin bikin ketagihan.
Artikel Terkait
Indonesia di BOP Trump: Diplomasi Berani atau Langkah Terburu-buru?
Ironi Dewan Perdamaian: Serangan Gaza Malah Meningkat, Indonesia Tegaskan Komitmen
Prabowo Buka Pintu Istana untuk Wajah-Wajah Kritis
Tiga Ribu Personel Dikerahkan untuk Berantas Pelanggaran Nekat di Jalanan Jakarta