Jelang Imlek, suasana di pasar ikan Batam dan Kepri selalu ramai. Ada satu jenis ikan yang jadi buruan, namanya ikan dingkis. Harganya bisa melambung tinggi, jauh dari hari biasa. Tapi, kenapa ya ikan ini begitu spesial?
Bagi masyarakat Tionghoa di Kepulauan Riau, tradisi menyantap ikan dingkis di malam tahun baru bukan sekadar urusan selera. Ini soal harapan. Mereka percaya, makan ikan ini bersama keluarga besar bisa membuka pintu rezeki untuk setahun ke depan. Keyakinan itu yang bikin permintaannya melonjak drastis setiap Imlek.
Sebenarnya, ikan dingkis itu nama lokal. Di kalangan nelayan, ikan ini lebih dikenal sebagai baronang susu. Namanya yang unik itu ada ceritanya. Konon, kalau bagian perutnya ditekan, ikan ini akan mengeluarkan cairan putih seperti susu. Ikan ini hidup di sekitar terumbu karang, gemar memakan rumput laut dan lamun.
Lalu, apa hubungannya dengan keberuntungan? Ternyata, ini berkaitan dengan bunyi kata dalam bahasa Mandarin. Kata "ikan" dilafalkan "Yu", yang bunyinya mirip dengan kata lain yang artinya "kelebihan" atau "keuntungan". Makanya, makan ikan saat Imlek dianggap bisa mendatangkan kemakmuran.
Tapi, ada syaratnya nih. Ikan dingkis yang dianggap paling mujarab adalah yang bertelur. Banyak warga, terutama di Batam dan Singapura, yakin bahwa menyantap ikan dengan perut penuh telur akan mendatangkan kebahagiaan dan rezeki yang berlimpah. Keyakinan inilah yang kemudian mendongkrak harganya jadi selangit.
Artikel Terkait
Indonesia di BOP Trump: Diplomasi Berani atau Langkah Terburu-buru?
Ironi Dewan Perdamaian: Serangan Gaza Malah Meningkat, Indonesia Tegaskan Komitmen
Prabowo Buka Pintu Istana untuk Wajah-Wajah Kritis
Tiga Ribu Personel Dikerahkan untuk Berantas Pelanggaran Nekat di Jalanan Jakarta