Lantas, apa tujuan penonaktifan ini? Anggoro menyebut, langkah ini diambil untuk mempermudah pemeriksaan internal. Proses penyelidikan masih terus berjalan mendalam, untuk mengungkap apakah benar ada pelanggaran disiplin atau kode etik.
Di sisi lain, Anggoro mengakui bahwa kejadian di Sleman ini berakar dari koordinasi dan pengawasan yang kurang optimal dari atasan. Lemahnya pembinaan fungsi akhirnya berdampak serius, mengganggu kelancaran penyelidikan yang seharusnya bisa berjalan lebih profesional.
Pihaknya pun berjanji akan terus berbenah. Komitmen untuk memperbaiki sistem pengawasan internal ditegaskan akan dilakukan secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Fiorentina Hajar Cremonese 4-1, Gudmundsson Jadi Bintang
Mabes TNI Mutasi 35 Perwira, Brigjen Tagor Rio Pasaribu Jadi Aster Kaskogabwilhan II
Jadwal Imsak dan Salat di Surabaya 17 Maret 2026 Pukul 04.09 WIB
PSM Makassar Terancam di Papan Tengah Klasemen Liga 1 2025/2026