Bocah di Cisarua: Berdiri Menunggu Teman yang Tertimbun Longsor

- Jumat, 30 Januari 2026 | 10:54 WIB
Bocah di Cisarua: Berdiri Menunggu Teman yang Tertimbun Longsor

Suasana di Cisarua, Kabupaten Bandang Barat, masih muram. Longsor yang terjadi Kamis lalu (29/1) meninggalkan luka dan tumpukan tanah. Tapi di tengah kerumunan petugas dan warga yang sibuk, ada satu sosok kecil yang diam-diam menyita perhatian. Seorang bocah bernama Reza.

Dia berdiri saja. Sejak pagi, matanya tak lepas dari tim gabungan yang bekerja keras menggali material. Jaraknya tak jauh dari lokasi bencana. Reza hanya menyaksikan, menunggu, dengan wajah yang sulit ditebak.

“Rumahnya di atas, lagi lihat pencarian temen main,”

Ucapnya lirih saat ditanya, sambil tangannya menunjuk ke arah bukit yang sudah berubah wajah. Suaranya hampir tenggelam oleh suara alat dan percakapan.

Teman yang ditunggunya adalah Asri. Mereka biasa main bersama di lingkungan itu. Setelah tanah itu bergerak dan menimbun segalanya, Reza memutuskan untuk tidak kemana-mana. Dia bertahan di situ, seolah dengan berdiri di sana, dia bisa mendekatkan harapan bahwa Asri akan ditemukan segera.

Di sisi lain, proses evakuasi sendiri tak bisa dibilang mudah. Tim SAR gabungan dibantu warga setempat harus berjuang ekstra. Medannya terjal, plus kondisi tanahnya masih labil setiap saat bisa bergerak lagi. Itu jadi tantangan besar bagi mereka yang terjun langsung.

Kehadiran Reza, dalam diamnya, bercerita banyak. Dia adalah gambaran pilu dari dampak bencana semacam ini. Bukan cuma soal kerusakan fisik, tapi juga luka di hati anak-anak seusianya. Kehilangan teman bermain, dan harus menyaksikan langsung situasi traumatis di usia yang seharusnya penuh keceriaan. Sungguh, pemandangan yang tak mudah dilupakan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler