Gajah Merah dan Tarian Politik di Atas Ombak

- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:00 WIB
Gajah Merah dan Tarian Politik di Atas Ombak

GAJAH-NYA MENARINYA DI ATAS OMBAK….

Sejak awal PSI berdiri, saya sudah menduga partai ini bakal menggerogoti PDIP. Itu analisis saya waktu itu.

Perasaan itu makin kuat begitu mereka mengganti logo. Dulu ada mawar merah berduri, sekarang berubah jadi seekor Gajah dengan kepala berwarna Merah. Agak aneh juga sih, ya. Dalam dongeng mana ada gajah merah? Apalagi yang cuma kepalanya doang.

Lalu, kenapa merah?

Menurut saya, jawabannya jelas. Merah itu warna PDIP. Jadi, sepertinya si Gajah berkepala Merah ini sedang mengincar Banteng bermata merah. Sebuah pertarungan simbolis yang nggak bisa dihindari.

Kalau ukurannya seimbang, gajah pasti menang telak lawan banteng. Tapi ini kan beda. Gajahnya masih bayi, sementara bantengnya sudah jagoan. Tanduknya besar, pengalamannya banyak bahkan sudah pernah menjatuhkan Beringin sekalipun.

Mungkin sadar diri masih terlalu kecil, si Gajah pun cari akal. Daripada langsung beradu fisik, dia memilih untuk menari. Ya, menari di atas Ombak.

Dia ambil kekuatan dari sana, sedikit demi sedikit. Latihan, main, tarik-tarik energi. Tujuannya satu: agar dirinya makin besar dan kuat.

Nah, di sisi lain, pemilik Ombak tampaknya mulai kebingungan. Dia merasa sudah memelihara dan membesarkan orang tua si Gajah dulu. “Jokowi adalah kita!” serunya berulang kali, seolah ingin mengingatkan siapa yang pernah membantu.

Sekarang, ombak yang dia miliki mulai rusak karena tarian si Gajah itu. Rusak dan terus terkikis.

Pertanyaannya sekarang: akankah Ombak ini akhirnya hilang ditelan zaman? Lautan politik kita memang kejam. Tidak ada kawan atau lawan yang abadi di sini.

Semuanya, pada akhirnya, cuma untuk urusan perut masing-masing…

(Azwar Siregar)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar