Untuk memastikan semuanya berjalan optimal, Brunei mendatangkan seorang ahli ternama. Profesor Andrew Freiberg, pakar bedah ortopedi dari Amerika Serikat, akan memimpin operasi ini. Namanya cukup dikenal di dunia medis, khususnya dalam bidang bedah penggantian dan rekonstruksi sendi.
Nah, selama masa pemulihan nanti, Sultan akan mengambil waktu untuk beristirahat. Imbasnya, kehadiran beliau di acara-acara kenegaraan maupun acara resmi lainnya untuk sementara akan dibatasi.
“Walaupun demikian, Baginda akan tetap menjalankan tugas-tugas resmi selama periode tersebut,” tegas Halbi dalam pernyataannya.
Di akhir pengumuman, Halbi pun menyerukan pada seluruh rakyat Brunei. Dia meminta doa dan dukungan dari semua lapisan masyarakat agar operasi Sang Sultan lancar tanpa kendala.
Kabarnya, kondisi lutut Sultan ini memang sempat menjadi perhatian publik. Ingatkah dengan insiden di Oktober 2025 silam? Saat itu, Sultan Bolkiah terjatuh saat menuruni tangga di sebuah acara wisuda kampus. Rekaman videonya sempat viral; terlihat beliau oleng dan pecinya terlepas. Tapi yang menarik, Sultan tampak tenang dan bahkan menolak bantuan pengawalnya yang sigap.
Sultan Hassanal Bolkiah sendiri bukanlah pemimpin biasa. Dia adalah Sultan ke-29 Brunei Darussalam, memimpin salah satu monarki absolut terakhir yang masih bertahan di dunia. Masa jabatannya termasuk yang terlama dalam sejarah, hanya berada di belakang Ratu Elizabeth II. Selain itu, namanya kerap menghiasi daftar orang-orang terkaya di planet ini.
Artikel Terkait
Bayi Lima Bulan Terkunci Sendirian, Damkar Balikpapan Buru-buru Naik Motor
Habib Rizieq Buka Suara: Kritik Pejabat Boleh, Tapi Jangan Sentuh Ibadah
Jokowi Buka Suara soal Silaturahmi dengan Dua Tersangka Kasus Ijazah Palsu
Nasib Dua WNI Masih Gelap Usai Kapal Dibajak di Perairan Gabon