Ia menyebut para insinyur, pekerja, aparat keamanan, hingga masyarakat lokal. "Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa," tambahnya.
Pesan intinya jelas: kemandirian adalah harga mati. "Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo. Pernyataan itu seperti pengingat di tengah dinamika global yang serba tak pasti.
Lalu, seberapa besar sih nilai proyek ini? Angkanya bikin mata berkedip: USD 7,4 miliar, atau kira-kira Rp123 triliun. Dana yang fantastis itu berbuah pada peningkatan kapasitas yang signifikan. Kilang yang sebelumnya bisa mengolah 260 ribu barel minyak mentah per hari, kini sanggup menampung hingga 360 ribu barel.
Artinya apa? Ketahanan energi nasional dapat dorongan besar. Ketergantungan pada impor BBM, mudah-mudahan, bisa sedikit demi sedikit ditekan.
Kehadiran Panglima TNI di acara ini juga punya makna tersendiri. Ini adalah bentuk komitmen nyata kesatuan dalam mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah, terutama yang menyangkut kedaulatan energi. Bagi TNI, penguatan di sektor ini bukan cuma urusan ekonomi, tapi juga langsung bersinggungan dengan pertahanan negara dan kesejahteraan rakyat.
Jadi, peresmian RDMP Balikpapan ini lebih dari sekadar peluncuran infrastruktur. Ia adalah pernyataan sikap. Sebuah langkah konkret Indonesia untuk menguasai nasib energinya sendiri. Dan hari itu di Balikpapan, langkah itu resmi dimulai.
Artikel Terkait
Cinta dan Rivalitas Berkecambah di Balik Meja Rapat
Sjafrie Ingatkan Prajurit Pembangunan: Kalian Tetap Pasukan Tempur
Mayor TNI Dituntut 5 Bulan Penjara Usai Janjikan Kelulusan TNI dengan Tarif Rp 350 Juta
Buronan Korupsi Rp 3,5 Miliar Tertangkap di Kendari Setelah 2 Tahun Kabur