Remaja Indonesia di Yordania Bergulat dengan Depresi di Balik Jeruji

- Senin, 12 Januari 2026 | 10:48 WIB
Remaja Indonesia di Yordania Bergulat dengan Depresi di Balik Jeruji

Kondisi remaja Indonesia yang ditahan di Yordania itu ternyata jauh lebih rumit. KL, begitu ia disamarkan, bukan cuma tersangkut kasus terorisme. Dari keterangan keluarganya, remaja 16 tahun ini sudah lama bergulat dengan masalah kesehatan mental yang serius. Ia didiagnosis ADHD dan mengalami depresi berat, jauh sebelum tangannya diborgol aparat.

Menurut sejumlah saksi yang dihubungi keluarga, gangguan psikologisnya sudah berlangsung lama. Ini bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul. Kondisi itu secara perlahan menggerogoti stabilitas emosi dan perilakunya sehari-hari.

Ibu KL, dalam percakapan terpisah, mengonfirmasi hal itu. Ia menyebut putranya sebenarnya sudah menjalani perawatan psikiatri sebelum akhirnya ditangkap pada pertengahan Mei lalu.

"Setiap hari dikasih obat anti depresi dan obat penenang. Tapi, tidak ada pendampingan langsung dari psikiater,"

Ujarnya lirih. Kekhawatiran sang ibu bukannya tanpa alasan. Laporan terbaru menyebut kondisi psikis KL malah kian memburuk di balik jeruji.

Perilaku menyakiti diri sendiri kerap ia tunjukkan. Tubuhnya dibenturkan ke dinding. Tidurnya tak karuan, bisa hilang berhari-hari. Bahkan, dalam keadaan putus asa, ia nekat menyayat tangannya sendiri dengan benda tajam yang berhasil disembunyikan.

"Kelakuannya begitu, (menyayat tangan) pakai gunting. Gunting diumpetin, eh pakai pisau rautan,"

tambah ibunya. Keprihatinan atas keadaannya ini sampai-sampai diungkapkan oleh kepala penjara setempat.

Latar belakang keluarganya sendiri cukup kompleks. KL adalah buah dari perkawinan ibu Indonesia dan ayah asal Prancis. Setelah perceraian orang tuanya saat ia masih kecil, ia pun memilih tinggal dan dibesarkan oleh ibunya di Yordania. Kini, di balik semua dugaan hukum, yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi mentalnya yang terus merosot tanpa penanganan yang memadai.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar