Pandji Buka Suara Soal Anies yang Lolos dari Sindiran di Spesial Netflix

- Senin, 12 Januari 2026 | 07:00 WIB
Pandji Buka Suara Soal Anies yang Lolos dari Sindiran di Spesial Netflix

Dalam spesial komedinya yang tayang di Netflix, Mens Rea, Pandji Pragiwaksono menyebut sejumlah nama. Nama-nama itu jadi bahan ledekan, kritik, atau sekadar selingan canda. Beberapa di antaranya adalah Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, hingga Raffi Ahmad. Tak ketinggalan, Ahmad Sahroni, Dharma Pongrekun, Ferdy Sambo, dan Irjen Napoleon Anas Bhayangkara juga disinggung.

Nah, yang kemudian bikin penasaran banyak orang: kenapa Anies Baswedan tidak masuk dalam daftar? Kok bisa dia 'lolos' dari sasaran tembak Pandji?

Pertanyaan itu membanjiri Pandji usai Mens Rea tayang. Melalui unggahan di kanal YouTubenya pada 10 Januari 2026, Pandji akhirnya angkat bicara.

"Setelah Mens Rea tayang, banyak yang nanya. Intinya sih, kenapa saya nggak bahas Anies Baswedan?"

Ia mengakui bahwa spekulasi bermunculan. Ada yang bilang dia takut, tidak berani becandain Anies. Yang lain menyebut itu tanda dia mendukung mantan Gubernur DKI itu.

"Oke, simak ya. Faktanya, coba cari di YouTube. Mana ada YouTuber lain di Indonesia yang lebih banyak bikin video mengkritik Anies Baswedan daripada saya? Coba search 'pandji anies', scroll saja. Faktanya akan ketemu."

Pandji bahkan menyebut satu contoh konkret. Ia pernah membuat video review satu tahun kepemimpinan Anies dengan durasi yang sangat panjang.

"Saya pernah bikin video 'REVIEW 1 TAHUN ANIES BASWEDAN JADI GUBERNUR JAKARTA'. Durasi dua jam lebih, lho. Dua jam dua puluh dua menit."

Jadi, menurutnya, klaim bahwa dia takut atau enggan mengkritik Anies sama sekali tidak berdasar. Tuduhan itu, dengan sederet video kritik yang sudah ada, langsung terbantahkan.

Penjelasan lengkapnya bisa disimak langsung melalui video yang diunggahnya. Pandji menjawab semua rasa penasaran itu di sana.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar