Masjid Al-Huda di Pedukuhan Gari, Wonosari, Gunungkidul, kini tinggal puing. Bangunan yang berdiri sejak 1984 itu sudah rata dengan tanah. Semua berawal dari sebuah janji renovasi yang menggoda, tapi akhirnya justru menghilang begitu saja bersama sang donatur misterius.
Rencana perombakan masjid sebenarnya sudah digulirkan warga sejak November lalu. Gayung bersambut, datanglah dua orang yang mengaku bisa membantu. Mereka adalah AS dari Gatak dan seorang pria berinisial H dari Ngawen. Menurut cerita warga, H inilah yang punya koneksi.
Dia bilang, ada yayasan di Tangerang yang bersedia mendanai penuh. Syaratnya cuma satu: masjid lama harus dirobohkan dulu. Dengan penuh harap, warga pun menuruti permintaan itu.
Tapi setelah bangunan rubuh, situasinya berbalik 180 derajat. Yayasan yang disebut-sebut itu sama sekali tak tahu menahu soal janji donasi. Bahkan tokoh yang namanya dicatut pun menggeleng. Lantas, siapa sebenarnya sosok H ini?
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Huda, Budi Antoro, mencoba melacak jejaknya.
Artikel Terkait
Siswa Tewas Usai Senapan Rakitan Meledak Saat Ujian Praktik di Siak
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara