Pemerintah Siapkan Dana Darurat Rp 60 Triliun untuk Hadapi Bencana di 2026

- Rabu, 07 Januari 2026 | 11:25 WIB
Pemerintah Siapkan Dana Darurat Rp 60 Triliun untuk Hadapi Bencana di 2026

BOGOR – Pemerintah sudah menyiapkan dana taktis untuk menghadapi bencana tahun depan. Angkanya tidak main-main, berkisar antara Rp 53 hingga 60 triliun. Dana segitu besar ini siap dikucurkan kapan saja saat keadaan darurat bencana terjadi.

Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam sebuah konferensi pers di Hambalang, Selasa lalu.

“Untuk masalah bencana, perhitungan finalnya sedang dilakukan. Kami perkirakan akan mencapai angka Rp 53–60 triliun dan itu sudah dianggarkan di APBN 2026,” ujar Prasetyo.

Menurutnya, dana sebesar itu dialokasikan sebagai dana siap pakai untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ada dana siap pakai, dana yang dialokasikan ke BNPB. Ini akan dipergunakan sewaktu-waktu bila terjadi keadaan darurat atau bencana,” jelasnya.

Namun begitu, penanganan bencana tidak berhenti di situ. Pemerintah juga memikirkan fase setelahnya. Di luar dana darurat tadi, ada anggaran terpisah yang disiapkan khusus untuk pemulihan.

“Proses pemulihan, rehabilitasi, rekonstruksi, sampai pemulihan fasilitas umum, itu ada alokasinya sendiri di APBN. Jadi di luar dana siap pakai tadi,” tambah Prasetyo.

Lalu, bagaimana kalau situasinya berubah dan dana yang disiapkan ternyata kurang? Ternyata pemerintah sudah mengantisipasinya. Ada ruang untuk melakukan penyesuaian anggaran di tengah jalan.

“Kalau ada perkembangan atau perubahan, mekanismenya sudah diatur. Presiden diberikan ruang di dalam APBN untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian saat pelaksanaan,” tuturnya.

Sebagai gambaran, APBN 2026 sendiri mencatat belanja negara sebesar Rp 3.842,7 triliun. Sementara pendapatan negara diproyeksikan sekitar Rp 3.153,6 triliun, dengan defisit anggaran diperkirakan mencapai 2,68 persen dari PDB.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar