“Masih dalam penyelidikan, tapi indikasinya sopir mengantuk. Sopir juga masih dalam perawatan di RS Elizabeth Semarang,” kata Lingga menambahkan.
Selain korban jiwa, enam penumpang lain mengalami luka-luka. Mereka adalah rekan-rekan seperjalanan yang ikut menjadi korban musibah ini.
Ignasius Suharno (45), guru asal Kulonprogo, mengalami sobekan di belakang kepala. Antonius Yuwono Trisunu (42) mengeluh nyeri di dada kirinya. Sementara Brigita Putri Milo Deru (36) mengalami luka sobek di mulut dan mimisan.
Korban lain adalah Silva Ditya (46) dengan nyeri di tangan kiri dan luka di pipi, Sundari (56) yang juga nyeri di tangan kiri, serta Imanuel Kotan (35) yang merasakan nyeri dada. Mereka semua sudah mendapat penanganan medis pertama.
Kecelakaan ini tentu menghentak. Rombongan yang semula hendak menyampaikan belasungkawa, justru harus berhadapan dengan duka mereka sendiri di tengah jalan. Sebuah perjalanan yang berakhir tragis di tol yang seharusnya hanya jadi lintasan biasa.
Artikel Terkait
Banjir Susulan Landa 44 Desa di Aceh Timur, Ribuan Jiwa Terdampak
Menara Haji Indonesia di Makkah Ditargetkan Beroperasi pada 2028
Depok Bergerak: Pelebaran Jalan dan Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Macet Kronis Sawangan
Otak Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Segera Hadapi Sidang