Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Dinyatakan Belum Matang

- Selasa, 06 Januari 2026 | 17:00 WIB
Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Dinyatakan Belum Matang

Tim kuasa hukum Presiden terlihat santai. Mereka tak perlu berteriak. Cukup menyatakan beberapa bukti itu tidak layak dipertimbangkan.

Di luar, publik mungkin bertanya-tanya. Ini pengadilan atau lomba mencocokkan nomor ijazah? Satu bilang A, yang lain bilang B, sementara rakyat kebagian notifikasi berita yang sama berulang kali.

Pihak penggugat tentu tak mau diam. Penundaan ini mereka sebut sebagai "ujian integritas pengadilan." Kalimat yang tinggi, maknanya lentur. Bisa doa, bisa juga sindiran halus.

Mereka berjanji akan memperbaiki bukti. Mencari konsultan arsip, mungkin. Atau berziarah ke gudang dokumen tua. Harapannya sih sederhana: kali ini jangan sampai salah font.

Publik pun diajak untuk mengawal. Sebab di negeri ini, mengawal sebuah perkara kadang lebih seru daripada mengawal harga cabai. Apalagi yang dipersoalkan adalah ijazah Presiden. Benda tipis itu punya daya ledak panjang, merambat dari warung kopi sampai grup WhatsApp keluarga.

Tanggal 13 Januari nanti, episode baru akan tayang. Bisa jadi bukti diterima. Bisa jadi gugatan gugur. Atau, yang paling mungkin: muncul plot twist dengan sidang ditunda lagi alasan sama, hanya redaksinya yang diganti.

Sementara itu, rakyat tetap setia menonton. Gratis. Tanpa perlu beli tiket. Bahkan tanpa subtitle.

Pertanyaan besar masih menggantung: akankah suatu hari nanti Jokowi benar-benar muncul membawa ijazah asli dalam map plastik bening, seperti legenda urban yang diceritakan turun-temurun? Atau semua ini berakhir dengan mantra pamungkas dari pengadilan: "Gugatan ditolak karena tidak cukup bukti"?

Kita tunggu saja. Sambil ngopi, sambil nyengir. Sekali-kali, cek juga ijazah kita sendiri. Di negeri ini, siapa tahu besok giliran kita yang diuji.

Ke Solo pagi naik kereta,
Singgah sebentar beli serabi.
33 bukti dibawa ke meja,
Hakim berkata, ditunda lagi.

Map bening dicari ke pasar Klewer,
Ketemu batik, ijazah entah di mana.
Sidang berjalan pelan muter-muter,
Rakyat nonton sambil ngopi tertawa.

Ketua Satupena Kalbar


Halaman:

Komentar