Gunungan Sampah dan Jalan Berlubang Paralisis Jalan Otista, Warga Geram

- Selasa, 06 Januari 2026 | 15:24 WIB
Gunungan Sampah dan Jalan Berlubang Paralisis Jalan Otista, Warga Geram

Kalau lewat Jalan Raya Otista di Ciputat, Tangerang Selatan, bersiaplah untuk menghela napas panjang. Sejak Selasa kemarin, pemandangan yang disuguhkan sungguh memprihatinkan. Gunungan sampah setinggi truk dari Pasar Cimanggis membanjiri badan jalan, menyita hampir separuh ruas jalan. Arus lalu lintas pun langsung tersendat parah.

Kendaraan, baik motor maupun mobil, terpaksa merayap pelan. Bau busuk yang menusuk hidung semakin menambah rasa tak nyaman bagi siapa pun yang melintas.

“Ini penyebabnya nih. Makan setengah jalan. Belum lagi depan jalannya jelek,”

keluh seorang pengendara mobil, suaranya terdengar kesal di tengah kepadatan itu.

Masalah Berlapis: Jalan Rusak Parah

Rupanya, masalah tak berhenti di tumpukan sampah itu saja. Sekitar 30 sampai 100 meter dari lokasi, kondisi jalan juga amburadul. Aspal mengelupas di sana-sini, meninggalkan lubang-lubang besar yang siap mengagetkan pengendara. Kombinasi mematikan ini jalan menyempit plus berlubang memaksa kendaraan dari arah Pamulang, Depok, dan Bogor yang menuju Ciputat atau Jakarta merangkak sangat lambat. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan.

Dari pantauan di lokasi, tumpukan sampah itu diperkirakan mencapai ketinggian tiga meter. Selain mempersempit jalan, baunya yang menyengat memaksa banyak pengendara motor menutup hidung. Tak jauh dari situ, genangan air di lubang jalan menambah aroma tak sedap. Pengendara harus ekstra hati-hati, agar tidak terpeleset atau terkena cipratan air kotor.

Keluhan Warga dan Pedagang

Bagi Uci (49), seorang pedagang nasi rames di Pasar Cimanggis, kemacetan ini sudah jadi menu harian. Namun, kehadiran gunungan sampah dan kerusakan jalan belakangan ini membuat situasi semakin runyam.

“Macetnya mah setiap hari. Mau pagi atau sore macet terus. Enggak hari libur, enggak hari biasa, emang sering macet di sini,”


Halaman:

Komentar