Kolaborasi untuk Cetak ASN Berkualitas: FISIP UNISMA Bekasi dan BKPSDM Gelar Seminar
Selasa lalu, tepatnya 6 Januari 2026, ruang seminar FISIP UNISMA Bekasi yang kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) tampak ramai. Bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Bekasi, mereka mengadakan sebuah seminar bertajuk peningkatan kualitas SDM lewat pendidikan lanjut. Acara ini bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, ini jadi pintu pembuka kolaborasi strategis antara kampus dan pemkab untuk mendongkrak kapasitas aparatur sipil negara.
Di sisi lain, acara ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) yang akan dibuka pendaftarannya. Perkuliahan rencananya dimulai Maret mendatang.
Ketua Prodi MIP UNISMA Bekasi, Dr. M. Harun Al Rasyid, dengan semangat memaparkan programnya.
“Magister Ilmu Pemerintahan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas SDM di lingkungan pemerintahan. Kami desain berbasis riset, jadi ada tesisnya, tapi bisa diselesaikan dalam waktu satu setengah tahun,” jelas Harun.
Ia juga menegaskan bahwa studi lanjut tak harus memberatkan. Kampus menyediakan skema beasiswa, termasuk dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah.
“Intinya, MIP ini harus membahagiakan, bukan jadi beban. Syaratnya sederhana: daftar dan lulus. Kami ingin ASN bisa kuliah lagi dengan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bekasi Bennie Yulianto Iskandar yang hadir sebagai pembicara kunci menyambut baik kolaborasi ini.
“Atas nama pribadi dan Pemkab Bekasi, saya ucapkan terima kasih. Ini langkah awal yang bagus,” ujarnya.
Menurut Bennie, peran ASN sekarang jauh lebih kompleks. Mereka bukan lagi sekadar pelaksana administrasi, tapi juga perekat bangsa dan ujung tombak pembangunan daerah.
“ASN adalah human capital. Mereka menghadapi tuntutan pelayanan publik yang makin rumit, jadi harus terus berkembang,” tegas Bennie.
Ia menekankan, pendidikan lanjut sejatinya bukan cuma untuk dapat gelar. Tapi lebih pada upaya membangun kepemimpinan dan integritas.
“Integritas itu kan kemampuan berbuat baik meski tak ada yang lihat. ASN yang lanjut studi diharapkan bisa memberi dampak nyata bagi kinerja organisasi dan mewujudkan visi daerah,” katanya.
Namun begitu, Bennie juga mengingatkan agar para ASN bisa menjaga keseimbangan. Antara kewajiban kuliah dan tugas kedinasan jangan sampai ada yang terbengkalai.
Seminar ini juga menghadirkan dua narasumber lain. Dr. Siti Nirhidayah, M.Si, dosen Psikologi, menyoroti persoalan work-life balance di era digital. Teknologi, katanya, bisa bantu meringankan kerja tapi sekaligus bikin hidup kita tak seimbang kalau tak dikelola.
“Kita semua punya pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi. Keseimbangan ketiganya sangat menentukan kinerja,” ujar Siti.
Ia memberi contoh yang cukup menusuk.
“Kadang kita sigap saat jabat tangan atasan, tapi tak siap secara emosional saat berinteraksi dengan anak dan istri di rumah. Di situlah keseimbangan seringnya hilang.”
Narasumber kedua, Dr. AOS Kuswandi, M.Si dari Magister Ilmu Pemerintahan, punya kegelisahan lain. Ia melihat banyak ASN muda yang cenderung pasif, kurang inisiatif.
“Kalau ditanya ada usulan apa, jawabannya sering cuma ‘siap’. Padahal yang dibutuhkan itu gagasan dan pemikiran,” ujarnya.
Studi lanjut, menurut Kuswandi, jadi salah satu syarat penting untuk pengembangan karier, termasuk untuk menduduki jabatan struktural. Program S2 di UNISMA Bekasi sendiri dirancang fleksibel, campuran tatap muka dan online, supaya tidak mengganggu tugas utama ASN.
Melalui seminar ini, harapannya jelas: sinergi antara kampus dan pemerintah daerah bisa terus terbangun. Tujuannya satu, mencetak ASN yang bukan hanya pintar secara akademis, tapi juga berintegritas dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Aturan Pengeras Suara Masjid Sudah Ada, Tanggapi Protes WNA di Gili Trawangan
Komisi III DPR RI Kutuk Keras Kematian Nizam, Polres Sukabumi Masih Selidiki Dugaan Kekerasan
BMKG Pastikan Gempa Kuat di Fiji Tak Picu Ancaman Tsunami bagi Indonesia
Kementerian Pertanian Pastikan Harga Ayam di Pasar Minggu Masih Sesuai Acuan