Namun begitu, sindiran itu tak berhenti di situ. Presiden ke-8 Indonesia ini juga menyinggung soal kelompok-kelompok yang ia sebut ‘nyinyir’. Di hadapan para tamu, ia menegaskan komitmen pemerintahannya.
Pernyataan itu menjadi jembatan baginya untuk mengingatkan satu hal: soal swasembada pangan. Ini adalah janji kampanye yang ia pegang teguh. Begitu menjabat, target itu langsung ia berikan kepada para menterinya. Fokusnya jelas: capai swasembada beras dalam empat tahun.
Tapi rupanya, ceritanya tak berjalan sesuai skenario awal. Di momen Natal itu, dengan nada bangga, Prabowo mengumumkan sebuah pencapaian yang ia klaim lebih cepat dari target.
Ia menjelaskan, target empat tahun itu tercapai hanya dalam satu tahun. Dan dampaknya, klaim Prabowo, tak hanya dirasakan di dalam negeri. Dengan berhenti mengimpor, harga beras dunia disebutnya turun drastis, hingga ratusan dolar.
Artikel Terkait
Perutmu Bisa Jadi Korban dari Terlalu Banyak Baca Berita Politik
Sepuluh Hari Terendam, Pengungsi Banjar Masih Bergantung pada Jadwal Makan Tak Pasti
Golkar Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Bukan Kembali ke Orde Baru
Wagub Jabar Minta Kepala Daerah Gelar Nobar, Antisipasi Bobotoh Serbu GBLA