Isu-isu liar yang beredar belakangan ini seolah-olah dipatahkan dalam sekejap. Presiden Suriah, Ahmad Al-Sharaa, tiba-tiba muncul di tengah keramaian warga Damaskus, Senin (5/1) lalu. Penampilannya yang pertama kali di ruang publik itu langsung memancing perhatian.
Sebelumnya, kabar buruk bergulir kencang. Beredar desas-desus bahwa sang presiden mengalami luka parah akibat pengkhianatan di dalam istana sendiri. Bahkan disebut-sebut terjadi baku tembak, Al-Sharaa tertembak di dada dan harus dilarikan ke Turki untuk dirawat. Narasi-narasi itu, tentu saja, menciptakan kegelisahan.
Namun begitu, kemunculannya di hari Senin itu membantah semua rumor itu dengan sangat tegas.
Suasana di lokasi terlihat santai dan terbuka. Al-Sharaa berbaur, berjabat tangan, seolah tak ada yang terjadi. Lalu, ada momen kecil yang justru paling berbicara. Seorang warga, dengan nada akrab, meminta selembar uang 200 lira Suriah edisi baru sebagai kenang-kenangan.
Permintaan itu langsung dipenuhi. Dengan senyum lebar, Presiden Al-Sharaa menyerahkan uang tersebut ke tangan warga itu. Sekeliling mereka, sorak dan tepuk tangan warga lainnya terdengar. Momen sederhana ini, yang terekam dan tersebar, lebih efektif daripada pernyataan pers mana pun. Ia membungkam isu luka tembak, perawatan rahasia di luar negeri, hingga gosip tentang kekacauan di dalam istana.
Artikel Terkait
Kobaran Api Hanguskan Rumah di Palmerah Dini Hari
Scroll Media Sosial Bikin Dada Sesak? Mungkin Kamu Terjebak dalam Perbandingan Karier yang Keliru
Heboh Video Bocil Block Blast: Penasaran yang Dijebak Phishing
Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain