Operasi SAR gabungan pun digelar tanpa henti. Mereka menyisir perairan dengan berbagai armada, dari Kapal RIB Pos SAR hingga kapal milik kepolisian. Upaya itu tak sia-sia.
Sebelum Fernando ditemukan, tim sudah berhasil menemukan jenazah salah satu anaknya pada Senin (29/12) lalu. Penemuan itu berkat laporan warga setempat, Nasaruddin, yang melihat jenazah mengambang di pinggir perairan utara Pulau Serai.
"Kami menerima informasi dari warga Pulau Serai Labuan Bajo, Bapak Nasaruddin, yang melihat satu jenazah mengambang,"
jelas Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, yang bertindak sebagai koordinator misi.
Artinya, hingga hari kesembilan ini, sudah dua korban yang berhasil dievakuasi. Fernando dan seorang anaknya. Namun, dua anak lainnya Mateo dan Enriquejavier masih belum ditemukan. Pencarian terus dilanjutkan, meski harapan semakin tipis.
Labuan Bajo, kota kecil di Flores Barat yang biasanya ramai dengan turis yang ingin melihat komodo, kini menyimpan duka yang dalam. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa laut yang mempesona bisa berubah tak bersahabat dalam sekejap.
Artikel Terkait
Paris Membeku dalam Riang: Salju Ubah Kota Cahaya Jadi Arena Bermain
Status Darurat Sampah Tangsel Diperpanjang Dua Pekan Lagi
Bareskrim Ungkap 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Uang Sitaan Tembus Rp59 Miliar
Jaringan Gelap The True Crime Community Racuni 70 Anak Indonesia dengan Ideologi Ekstrem