Dari akun Instagram pribadinya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim membuat pernyataan keras. Ia menyerukan pembebasan segera Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Seruan itu dilayangkan Anwar pada Minggu (4/1).
Menurutnya, penangkapan yang dilakukan Amerika Serikat itu bukan cuma masalah biasa. Anwar melihatnya sebagai langkah yang melanggar hukum internasional. Lebih dari itu, ia menilai aksi AS telah menginjak-injek kedaulatan sebuah negara.
“Saya mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam,” ujar Anwar.
“Pemimpin Venezuela dan istrinya ditangkap dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat dengan skala dan sifat yang tidak biasa. Tindakan semacam itu merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan secara tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat,” tegasnya.
Anwar tak main-main dengan konsekuensinya. Ia memperingatkan bahwa menahan paksa seorang kepala pemerintahan yang masih aktif jabatannya bisa berbahaya. Bisa mengacaukan hubungan antarnegara.
“Presiden Maduro dan istrinya harus dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya,” katanya.
“Apa pun alasannya, penggulingan paksa terhadap seorang kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menetapkan preseden yang berbahaya. Hal ini mengikis pembatasan mendasar atas penggunaan kekuasaan antarnegara dan melemahkan kerangka hukum yang menopang tatanan internasional.”
Artikel Terkait
Pencarian Syafiq Ridhan di Gunung Slamet: Tongkat dan Doa Seorang Ayah di Hutan Belantara
Royman dan Alarm Demokrasi: Saat Watchdog Dihantam di Morowali
Kiai Didin: Di Balik Kesulitan, Selalu Ada Kemudahan
Mantan Misionaris yang Berburu Cacat Al-Quran, Justru Tersungkur di Ayat Ini