Keadilan Dijual, Rakyat Diperas: Sutoyo Abadi Sebut Negara Dikuasai Oligarki dan Silent Dragon
Suasana di Jakarta mungkin tampak biasa saja. Tapi di balik itu, menurut Sutoyo Abadi, ada sebuah kenyataan pahit yang sedang berlangsung. Koordinator Kajian Politik Merah Putih ini dengan tegas menyatakan, pintu gerbang kemerdekaan kita seolah-olah dikunci kembali. Negara yang dulu kita proklamasikan dengan susah payah, kini terasa dicabut nyawanya dan digiring masuk ke dalam sistem kapitalis yang kejam. Apa jadinya? Keadilan yang diimpikan rakyat berubah jadi tipuan belaka. Sementara slogan-slogan kesejahteraan hanya jadi hiasan bibir, yang ada di lapangan justru penderitaan yang tak kunjung reda. Kedaulatan, kata dia, malah dilelang seenaknya.
Dia tak main-main dalam menyampaikan kritiknya. Bagi Sutoyo, kekuasaan saat ini sudah kehilangan arah.
Itu belum semuanya. Dia melanjutkan dengan gamblang tentang kondisi hukum yang menurutnya sudah bobrok.
Ucapannya itu disampaikan pada Ahad, 4 Januari 2026. Dan dia tak berhenti di situ.
Menurut Sutoyo, praktik buruk itu sudah bukan lagi sekadar pelanggaran. Ia telah menjadi sistem yang mapan dan berjalan rutin.
Artikel Terkait
Menteri Bawa Bantuan, Sekolah Korban Banjir Aceh Tamiang Kembali Berdenyut
Nadiem Terdakwa Korupsi Chromebook, Negara Rugi Rp 2,18 Triliun
Jus Jeruk Bukan Satu-satunya: 4 Minuman Ini Lebih Kaya Vitamin C
Menteri Hukum Tegaskan KUHP Baru: Ini Produk Politik, Tak Bisa Memuaskan Semua Pihak