Trump Klaim Operasi Militer AS di Venezuela Nihil Korban Jiwa

- Minggu, 04 Januari 2026 | 11:54 WIB
Trump Klaim Operasi Militer AS di Venezuela Nihil Korban Jiwa

"Dan Anda bisa melihatnya bahkan jika hanya melihat kapal-kapal," kata Trump mencoba menggambarkan. "Setiap kapal, rata-rata, membunuh 25 ribu orang. Kami melumpuhkan 97 persen. Dan narkoba itu sebagian besar berasal dari sebuah tempat bernama Venezuela."

Mengenai langkah ke depan, Trump bersikukuh Amerika Serikat akan tetap bertahan di Venezuela. Ini berlaku setidaknya sampai transisi kekuasaan pasca-penangkapan Nicolas Maduro berjalan dengan mulus.

"Kami akan menjalankan negara itu sampai pada saat kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana," jelasnya.

Ia tampaknya tak ingin mengulang kesalahan masa lalu. "Jadi kami tidak ingin terlibat dengan membiarkan orang lain masuk dan kami mengalami situasi yang sama seperti yang terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya."

Di akhir pernyataannya, Trump menyebut tujuan mulia di balik semua ini. Katanya, AS ingin membawa perdamaian dan keadilan kembali untuk rakyat Venezuela. Termasuk bagi para diaspora di Amerika yang rindu pulang.

"Kami menginginkan perdamaian, kebebasan, dan keadilan bagi rakyat besar Venezuela, termasuk banyak warga Venezuela yang sekarang tinggal di Amerika Serikat dan ingin kembali ke negara mereka. Itu adalah tanah air mereka," ucap Trump.

Nada suaranya berubah lebih tegas. "Kami tidak bisa mengambil risiko bahwa pihak lain mengambil alih Venezuela tanpa memikirkan kebaikan rakyat Venezuela. Kami telah mengalami itu selama beberapa dekade. Kami tidak akan membiarkan itu terjadi."

"Kami ada di sana sekarang," pungkasnya, menutup pernyataan dengan kalimat pendek yang penuh keyakinan.


Halaman:

Komentar