Musim libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 hampir berakhir. Dan seperti yang sudah diduga, arus mudik balik ke Jakarta dan sekitarnya pun memuncak. PT Jasa Marga memperkirakan, ratusan ribu kendaraan akan membanjiri jalan-jalan tol menuju Jabodetabek pada hari Minggu, 4 Januari 2026 ini.
Puncak kepadatan diprediksi terjadi di akhir pekan. Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, antisipasi sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
"Jasa Marga memprediksi puncak arus kembali ke wilayah Jabotabek akan terjadi pada akhir pekan ini, yakni Minggu (04/01)," jelas Rivan dalam keterangannya, Sabtu kemarin.
Dia mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah. Tujuannya jelas: mengurai kemacetan yang hampir pasti terjadi.
Koordinasi intens dengan kepolisian pun digencarkan. Ini untuk mendukung skema rekayasa lalu lintas yang dirasa perlu di lapangan.
"Jasa Marga juga melakukan koordinasi intensif dengan Kepolisian dan mendukung rencana rekayasa lalu lintas yang diperlukan sesuai diskresi Kepolisian," ujar Rivan.
Namun begitu, upaya dari pengelola jalan tol saja tak akan cukup. Rivan juga mengimbau masyarakat untuk bijak mengatur waktu perjalanan. Hindari berangkat beramai-ramai di jam yang sama jika tidak ingin terjebak macet berjam-jam.
"Memanfaatkan waktu di luar jam-jam padat guna mengurangi potensi kepadatan lalu lintas," tuturnya.
Data yang mereka miliki menunjukkan gelombang balik sudah dimulai sejak Kamis lalu. Angkanya cukup signifikan. Hingga Sabtu pagi, tercatat sudah 324 ribu kendaraan yang bergerak menuju Jakarta.
Dari mana saja asalnya?
Rivan memaparkan rinciannya. Mayoritas, sekitar 147.817 kendaraan atau 45,59%, datang dari arah timur meliputi jalur Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, arus dari barat (Merak) menyumbang 90.590 kendaraan (27,94%). Lalu, dari selatan atau arah Puncak, ada sekitar 85.801 kendaraan (26,46%) yang melintas.
Jadi, buat yang masih di perjalanan, bersabarlah. Perjalanan pulang setelah libur panjang memang selalu seperti ini: padat, lambat, tapi semoga tetap aman sampai tujuan.
Artikel Terkait
Pakar APINDO Ingatkan KUHP Baru Bisa Tak Efektif Jika Penegak Hukum Bermasalah
IKA Unhas Salurkan 22 Ton Beras untuk Program Ramadhan
Kemlu: 4.725 WNI Korban Penipuan Online di Kamboja Minta Dipulangkan dalam 5 Pekan
KPAI Desak Proses Hukum Cepat untuk Kasus Penganiayaan Anak Tiri di Sukabumi