Warga Cirebon Timur Berjubel Sambut Dede April, Juara Ketiga Dangdut Academy 7

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 12:06 WIB
Warga Cirebon Timur Berjubel Sambut Dede April, Juara Ketiga Dangdut Academy 7

Jumat pagi itu, jalan-jalan di Cirebon Timur berubah total. Bukan lagi lalu lintas biasa yang terlihat, melainkan lautan manusia. Semuanya menunggu satu orang: Dede April, finalis Dangdut Academy 7 yang baru saja bawa pulang gelar juara ketiga. Rasa bangga warga terhadap putra daerahnya itu benar-benar terpancar jelas.

Matahari belum terik, tapi warga udah pada berjubel. Dari anak kecil sampai yang sepuh, mereka rela nongkrong berjam-jam di bahu jalan. Tujuannya sederhana: ingin lihat langsung, ambil foto, atau sekadar ikut merasakan euforia kebanggaan itu. Suasana hangat dan riuh rendah sudah terasa sejak dini hari.

Antusiasme ini tersebar di mana-mana. Titik keramaian salah satunya ada di depan sebuah swalayan di Kecamatan Lemahabang. Kabar bahwa April akan mampir ke sana bikin warga berdatangan sejak subuh. Tapi kerumunan nggak cuma di situ. Sepanjang rute yang dilewati konvoinya, mulai dari Pintu Keluar Tol Ciledug, Perempatan Babakan Losari, Balai Desa Kalibuntu, hingga akhirnya Lapangan Desa Pasuruan, semuanya dipadati penyambut.

Wawan, seorang warga berusia 38 tahun, mengaku sengaja nemenin istrinya yang pengin banget ketemu sang idola.

“Dari pagi saya di sini. Isteri saya yang maksa, soalnya dia fans berat. Ya, saya sendiri juga bangga sih. Dede April udah mengharumkan nama Cirebon Timur di kancah nasional,” ujarnya.

Baginya, pencapaian April ini bukan cuma sekadar prestasi pribadi. Tapi lebih dari itu, jadi bukti kalau anak-anak daerah punya talenta yang nggak kalah.

Perasaan serupa diungkapkan Yati (42). Warga Desa Kalibuntu ini datang bareng keluarga besar, matanya terus awasi jalan, menanti kedatangan yang dinanti.

“Seneng banget akhirnya bisa lihat langsung. Dia itu kebanggaan kita semua,” katanya sambil tersenyum lebar.

Di sisi lain, ada Dimas (26) asal Pasuruan. Dia rela berdiri lama di terik, cuma buat mengabadikan momen sekilas lewatnya mobil sang idola.

“Sebentar sih lewatnya. Tapi cukup buat kenang-kenangan. Buat saya, dia jadi inspirasi. Lihat dia, kita jadi tau kalau mimpi setinggi apapun bisa dicapai asal ada usaha,” tutur Dimas.

Meski ramai sekali, suasana tetap terkendali dan tertib. Rupanya, kehadiran April bukan cuma jadi tontonan, tapi semacam perekat yang bikin rasa kebersamaan dan bangga kolektif itu makin kuat.

Kemeriahan ternyata nggak berhenti sampai situ. Sore harinya, sekitar pukul lima, konser Dede April masih berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Pasuruan. Dari siang tadi, lapangan itu udah sesak. Penonton membludak, sampai-sampai bikin macet parah di seputaran Losari-Pabedilan. Dian Anic dan Diana Sastra turut memeriahkan panggung, menambah semarak acara.

Euforia Sehari Sebelumnya

Sebenarnya, sambutan meriah udah dimulai sejak Kamis (1/1), sehari sebelumnya. Saat itu, April melakukan konvoi panjang melintasi Kota dan Kabupaten Cirebon, bahkan sampai ke Indramayu. Jalan Lohbener di Kecamatan Gunungjati jadi salah satu titik yang paling padat dan riuh.

Dari balik kabin mobil, April terus tersenyum dan melambaikan tangan. Sorak-sorai warga yang menyebut namanya seolah tak ada hentinya.

Memang, di kompetisi DA 7 itu April cuma sampai di posisi ketiga. Tapi prestasinya nggak main-main. Hadiah yang dibawa pulang cukup menggiurkan: uang tunai 100 juta rupiah, medali, beasiswa penuh di IMDE, apartemen gratis setahun, plus kontrak manajemen dan rekaman.

Kini, gelombang kebanggaan itu meluap ke mana-mana. Media sosial pun banjir foto dan video dari berbagai sudut. Setiap unggahan seperti berkisah tentang satu hal: Dede April sudah resmi jadi ikon kebanggaan baru warga Cirebon.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar