“Sebentar sih lewatnya. Tapi cukup buat kenang-kenangan. Buat saya, dia jadi inspirasi. Lihat dia, kita jadi tau kalau mimpi setinggi apapun bisa dicapai asal ada usaha,” tutur Dimas.
Meski ramai sekali, suasana tetap terkendali dan tertib. Rupanya, kehadiran April bukan cuma jadi tontonan, tapi semacam perekat yang bikin rasa kebersamaan dan bangga kolektif itu makin kuat.
Kemeriahan ternyata nggak berhenti sampai situ. Sore harinya, sekitar pukul lima, konser Dede April masih berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Pasuruan. Dari siang tadi, lapangan itu udah sesak. Penonton membludak, sampai-sampai bikin macet parah di seputaran Losari-Pabedilan. Dian Anic dan Diana Sastra turut memeriahkan panggung, menambah semarak acara.
Euforia Sehari Sebelumnya
Sebenarnya, sambutan meriah udah dimulai sejak Kamis (1/1), sehari sebelumnya. Saat itu, April melakukan konvoi panjang melintasi Kota dan Kabupaten Cirebon, bahkan sampai ke Indramayu. Jalan Lohbener di Kecamatan Gunungjati jadi salah satu titik yang paling padat dan riuh.
Dari balik kabin mobil, April terus tersenyum dan melambaikan tangan. Sorak-sorai warga yang menyebut namanya seolah tak ada hentinya.
Memang, di kompetisi DA 7 itu April cuma sampai di posisi ketiga. Tapi prestasinya nggak main-main. Hadiah yang dibawa pulang cukup menggiurkan: uang tunai 100 juta rupiah, medali, beasiswa penuh di IMDE, apartemen gratis setahun, plus kontrak manajemen dan rekaman.
Kini, gelombang kebanggaan itu meluap ke mana-mana. Media sosial pun banjir foto dan video dari berbagai sudut. Setiap unggahan seperti berkisah tentang satu hal: Dede April sudah resmi jadi ikon kebanggaan baru warga Cirebon.
Artikel Terkait
Nadiem Akui Perlawanan dari Dalam Kementerian
Setelah Banjir Bandang, SMAN 4 Aceh Tamiang Kembali Berdenyut
Anwar Ibrahim Tegaskan Batas Masa Jabatan PM: Maksimal 10 Tahun
Di Balik Gelap, Syifa dan Suami Nyalakan Pelita Quran Braille di Cibinong