Tukang Lumpia Dago: Dari TikTok ke Gerobak dengan Jas dan Dasi

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:54 WIB
Tukang Lumpia Dago: Dari TikTok ke Gerobak dengan Jas dan Dasi

Dampaknya Langsung Terasa

Satu porsi lumpia basah di gerobaknya dibanderol Rp 12.000. Sebelum bergaya dengan jas, penjualannya sekitar 100 porsi sehari. Kini, omzetnya melonjak dua kali lipat. “Untuk sekarang ya, malu sih ini, segini lah 200,” aku Agus dengan rendah hati.

Rupanya, penampilan berbeda itu benar-benar menarik perhatian. “Berpengaruh sama penjualannya, terus pelanggan tuh pada senang,” katanya. Meski begitu, tetap ada yang bingung. “Cuma ada yang bilang, kok jadi begini sih Mang? Dulu kan enggak begini.”

Tak cuma penjualan yang naik. Banyak pembeli yang jadi ingin berfoto bersamanya. “Yang paling berkesan buat saya mereka tuh minta foto, minta video bareng. Aduh, malu pokoknya,” cerita Agus.

Tentu jalan menuju ‘tukang lumpia necis’ ini tidak mulus. Awalnya, rasa malu sempat menghantui. Ejekan pun datang. “Malu, bahkan dibilang apa sih ikut-ikutan kayak gitu katanya,” kenangnya.

Tapi tekadnya kuat. “Tapi dalam hati saya, enggak apa-apalah. Yang penting mah jualannya kelihatan rapi dan bersih gitu ya.”

Dukungan dari teman-teman seperjuangannya di TikTok akhirnya yang menyemangati. “Saya udah nyerah, pakai jas itu enggak mau. Cuma teman-teman yang lainnya ngasih support, semangat, yang tiga orang itu,” pungkas Agus, mengakhiri ceritanya.


Halaman:

Komentar