Hunian Sementara di Aceh Tamiang Tak Sekadar Tempat Berlindung, Dilengkapi Fasilitas Penunjang

- Jumat, 02 Januari 2026 | 20:36 WIB
Hunian Sementara di Aceh Tamiang Tak Sekadar Tempat Berlindung, Dilengkapi Fasilitas Penunjang

Di Aceh Tamiang, hunian sementara untuk korban bencana akhirnya selesai dibangun. Unit-unit itu tak cuma sekadar tempat berteduh. Mereka sudah dilengkapi musala, area untuk anak-anak bermain, dan akses wifi. Sebuah upaya untuk mengembalikan sedikit rasa normalitas setelah bencana.

Perasaan lega jelas terasa di antara warga. Seperti yang diungkapkan Balqis Andresia Putri, warga Karang Baru. Ia merasa tenang karena Kementerian PU membangun hunian yang layak dan nyaman bagi para penyintas.

“Masyarakat yang rumahnya hanyut kini bisa tinggal di tempat yang lebih layak daripada tenda darurat. Kami berharap pembangunan segera selesai agar warga bisa kembali memiliki hunian,” ujar Balqis, Jumat (2/1).

Harapannya sederhana: pembangunan cepat rampung sehingga warga bisa segera meninggalkan posko pengungsian.

Memang, proyeknya digenjot. Saat ini Kementerian PU sedang mengebut penyelesaian 384 unit huntara, yang nantinya akan ditempati oleh 96 Kepala Keluarga. Meski bersifat sementara, kualitasnya tak main-main. Setiap blok berukuran 24 x 14,4 meter dan dibangun dengan material pilihan.

Di lokasi, terlihat petugas sedang merakit kerangka bangunan dari baja ringan galvanis. Materialnya kuat, tahan karat. Dindingnya pun bukan sembarangan, menggunakan panel modular yang didesain tahan terhadap cuaca ekstrem Aceh Tamiang.

Kualitas material ini bahkan mendapat pujian langsung dari Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, saat ia turun meninjau.

“Bahan-bahannya premium dan sangat layak untuk masyarakat di sini,” pungkasnya.

Pasokan Air Bersih Perlahan Kembali Normal


Halaman:

Komentar