Nadanya berubah, lebih personal. "Banyak dari mereka merasa dikhianati sistem. Tapi di pemerintahan kami, kebutuhan mereka akan didengar. Harapan dan impian mereka akan tercermin secara transparan dalam setiap kebijakan."
Menurutnya, merekalah yang akan membentuk masa depan kota. "Kalau selama ini komunitas-komunitas terpecah belah, kita akan menyatukannya. Ganti kekakuan individualisme dengan kehangatan kebersamaan."
Pidato itu diakhiri dengan sebuah penegasan. "Jika kampanye kami membuktikan bahwa warga New York rindu pada solidaritas, maka biarkan pemerintah ini yang mewujudkannya. Karena apapun yang kau makan, bagaimanapun kau berdoa, atau dari manapun asalmu, ada dua kata yang menyatukan kita semua: New Yorkers."
Reaksi pun langsung berdatangan. Di media sosial, seorang pengguna dengan akun @RyanRozbiani membagikan cuplikan pidato tersebut.
Untuk yang bilang Wali Kota Mamdani akan menjual diri ke Lobi Israel – LIHAT INI.
Mamdani memberi salam khusus untuk warga Palestina New York.
Postingan itu, seperti banyak tanggapan lainnya, menyoroti momen spesifik ketika Mamdani menyebut warga Palestina – sebuah isyarat politik yang kuat di tengah iklim yang kerap membungkam.
Artikel Terkait
PMI Kerahkan Alat Berat Bersihkan Ribuan Rumah Korban Bencana Sebelum Ramadan
Menkes: Hanya Empat Puskesmas yang Masih Tertutup Lumpur Pascabencana
Awali Tahun dengan Semangat Baru, 7 Rekomendasi Drama Korea yang Hangat dan Menginspirasi
Warung Kopi dan Rasa Kemanusiaan: Kisah Bangkitnya Aceh Tamiang dari Sisa Lumpur